Kepolisian Daerah Papua menawarkan batas waktu sampai 1 ahad ke depan, kepada 13 narapidana yang melarikan diri dari Lapas Abepura pada 8 Januari 2016. 7 Petugas jaga atau sipir Lapas Abepura diperiksa penyidik Polresta Jayapura.

Kepolisian Daerah Papua menawarkan batas waktu sampai  13 Napi Lapas Abepura Kabur, Polisi Fokus Lakukan Pengejaran

Ketujuh sipir itu berinisial TFR (27), HR (24),MR (25), IH (20), IR (25), SB (25) dan T. Saat kejadian, mereka sedang melaksanakan kiprah piket. 7 Sipir terdiri 4 wanita dan 3 lainnya laki-laki. Dalam melaksanakan pengejaran, polisi juga telah berkoordinasi dengan TNI, Kumham, dan Lapas Abepura.

Pasca Kaburnya 13 Narapidana Lapas Abepura

Pasca kaburnya 13 narapidana, masyarakat di sekitar Abepura dan Jayapura menjalankan aktifitas ibarat biasanya. Kapolda Waterpauw pun meminta warga untuk tak terpengaruh dengan kaburnya 13 narapidana, dan kalau melihat orang gres yang mencurigakan cukup melaporkan ke aparat.

Sementara di Lapas Abepura Klas II A dilakukan pengamanan ketat, dengan meminta dukungan kepolisian membantu melaksanakan pengamanan. Asisten II Setda Papua Ely Loupatti mengimbau biar masyarakat di Papua tetap mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat, dan tetap melaksanakan aktifitas ibarat biasa.

Polisi juga telah mengerahkan 3 kompi Brimob untuk melaksanakan pengejaran.� Dalam pantauan alat deteksi Polda Papua, 13 napi ini masih berada di sekitar Kota Jayapura.Sejumlah tempat juga diwaspadai secara khusus, alasannya diduga sebagai tempat persembunyian mereka.

Sekitar kawasan Kota Jayapura, Keerom, Muara Tami kawasan yang berbatasan dengan Papua Nugini dan Sentani juga menjadi kawasan yang fokus untuk pengejaran ini. Sebelumnya, pihak lapas menyebut ada 14 tahanan dan napi yang melarikan diri. Namun, sesudah melaksanakan pendataan ulang dengan kepolisian, jumlah tahanan dan napi yang kabur ada 13 orang.

Senin siang kemarin Paulus, Pangdam Cenderawasih, dan para pemangku kepentingan akan bertemu di Mapolda Papua untuk membahas aneka macam problem yang terjadi belakangan ini di provinsi paling timur itu, termasuk para narapidana yang kabur Jumat pekan kemudian itu.