KPK Tangkap Bupati Sidoarjo Hari Ini, Terkait Korupsi Infrastruktur

Milpot.Net – KPK sah mengambil keputusan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah berubah menjadi terduga penerimaan suap berkaitan project infrastruktur. Tidak cuman Saiful, KPK mengambil keputusan kepala dinas serta petinggi di lingkungan Pemkab Sidoarjo jadi terduga.

” Searah dengan penyelidikan itu, KPK mengambil keputusan enam orang terduga, ” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020) .

Ke enam terduga itu yaitu
Jadi penerima
1. Saiful Ilah jadi Bupati Sidoarjo 2010-2015 serta 2016-2021
2. Sunarti Setyaningsih bertindak sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Biasa, Bina Marga, serta Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo
3. Judi Tetrahastoto bertindak sebagai petinggi pembuat tanggung jawab Dinas Pekerjaan Biasa, Bina Marga, serta Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo
4. Sanadjihitu Sangadji bertindak sebagai Kepala Sisi Unit Pelayanan Pemasokan Jadi pemberi
5. Ibnu Ghopur jadi swasta
6. Totok Sumedi jadi swasta

Pemberian suap itu dikira berhubungan dengan beberapa project yang dimenangi Ibnu Ghopur. Berikut proyek-proyek itu :
1. Project Pembangunan Wisma Olahragawan sejumlah Rp 13, 4 miliar
2. Project pembangunan Pasar Porong sejumlah Rp 17, 5 miliar
3. Project Jalan Candi-Prasung sejumlah Rp 21, 5 miliar
4. Project penambahan Afv. Karang Pucang, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, sejumlah Rp 5, 5 miliar

Berita Terkait : Malu Karena Gemuk, Mahasiswi Ini Ikut Program Diet Herbalife

Atas tingkah lakunya Saiful, Sunarti, Judi, serta Sanadjihitu disangkakan melanggar Masalah 12 ayat (1) huruf a atau b atau Masalah 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sama seperti udah di ubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 terkait Penumpasan Tindak Pidana Korupsi juncto Masalah 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan Ibnu serta Totok disangkakan melanggar Masalah 5 ayat 1 huruf a atau b atau Masalah 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sama seperti udah di ubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 terkait Penumpasan Tindak Pidana Korupsi juncto Masalah 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Internal Pemkab Jadi Informan di Perkara Suap Bupati Sidoarjo

KPK Tetapkan Bupati Sidoarjo Tersangka Suap Proyek InfrastrukturWakil Ketua KPK Alexander Marwata berterus-terang memberi kabar ada figure informan di balik operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Ia mengemukakan informan dalam perkara ini dari deretan internal Kabupaten Sidoarjo.

” Berkaitan peristiwa ini kita tak cek saksi-saksi, namun kita mendapat infomasi dari informan. Informan dari orang dalam kabupaten (Sidoarjo) , ” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020) .

Alex mengemukakan KPK serta informan sebagai itu dengan cara mendalam merajut komunikasi bab kabar pendapat suap itu sejak mulai 6 bulan. Alex mengatakan buat melaksanakan OTT pada Saiful Ilah itu KPK mengikutinya sampai Padang.

” Kita turuti. Bahkan juga dalam rencana melakukan OTT tersebut, klub KPK menuruti yang terkait hingga ke Padang, Padang kita turuti perjalanannya hingga naik pesawat Padang ke Surabaya kita ikutin satu pesawat bahkan juga klub kami juga. Kita turuti, semestinya kabar kita terima dari informan, tidak cuman dari penuturan, ” ucapnya.

Dikarenakan, kata Alex, banyak faksi itu udah mulai waspada memanfaatkan alat komunikasi lantaran takut disadap oleh KPK. Sebab itu, KPK memakai kabar dari penduduk berkaitan ada pendapat suap yang dilaksanakan Saiful Ilah.

” Beberapa orang atau masyarkat yang ketahui peristiwa itu kita klarifikasi, komunikasi terus hasilnya kita sukses melakukan OTT. Ini benar-benar adukan awal yang diterima KPK bakal ada penerimaan uang berkaitan implementasi project di Sidoarjo. Barangkali nanti penyelidikan bakal berkembang semestinya, ” ujar Alex.

Dalam perkara, KPK mengambil keputusan enam orang terduga dalam perkara ini. Mereka merupakan :

Jadi penerima
1. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah
2. Kadis PU, Bina Marga serta SDA Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih
3. PPK di Dinas PU, Bina Marga serta SDA Sidoarjo, Judi Tetrahastoto
4. Kabag ULP, Sanadjihitu Sangadji

Jadi Pemberi
1. Swasta, Ibnu Ghopur
2. Swasta, Totok Sumedi.

Mereka dikira terima suap lantaran jadi pemenang Ibnu dalam sejumlah project. Salah satunya project wisma olahragawan, Pasar Porong, Jalan Candi-Prasung serta penambahan Afv Karag Pusang Desa Pagerwojo.

Posted on

Kronologis Pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan

MILPOT.NET – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin (55) , dibunuh oleh dua orang pemeran, Jefri Pratama (42) serta Reza Fahlevi (29) , lewat cara dibekap dalam kamarnya sampai korban kehabisan oksigen serta mati lemas.

Perihal itu tersingkap kala pertemuan wartawan di Mapolda Sumut, Rabu (8/1/2020) .

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memperjelas, ke dua pemeran masuk ke rumah korban sebelum Jamaludin datang di tempat tinggalnya.

” Area eksekusi ada dalam rumah, di kamar korban, ” ujarnya.

Disampaikannya, pembunuhan ini udah dijadwalkan sampai pemeran udah ada dalam rumah Jamaludin sebelum korban pulang.

” Ditunggu-tunggu. Mengapa dalam rumah kelak bakal didalami. Dibunuh di tempat tinggalnya, ” papar Martuani.

Rangkaian peristiwa

Dalam info terdaftar yang disalurkan terhadap wartawan, Jamaludin serta Zuraida menikah pada tahun 2011 serta diberi seseorang anak. Seiring bersamanya waktu, Zuraida cemburu karena menganggap diselingkuhi.

Dalam akhir tahun 2018, Zuraida merajut interaksi asmara dengan Jefri Pratama.

Lalu, pada tanggal 25 November 2019, keduanya bersua di Coffee Town, di Ringroad Medan, buat memiliki rencana pembunuhan.

Mereka membawa Reza serta seterusnya seusai setuju dengan ide itu, setelah itu Zuraida berikan uang sebesar Rp 2 juta terhadap Reza.

Istri Ikut Bantu Bunuh Hakim PN Medan di Samping Anaknya di KasurUang itu buat beli 1 telpon seluler kecil, 2 pasangan sepatu, 2 potong kaus, serta 1 sarung tangan.

Pada tanggal 28 November 2019 lebih kurang waktu 19. 00 WIB, Jefri serta Reza dijemput Zuraida dengan mobil Toyota Camry BK 78 ZH di Pasar Johor di Jalan Karya Wisata, setelah itu ketujuan tempat tinggalnya.

Keduanya turun dari mobil serta masuk ke rumah korban. Sesaat Zuraida tutup pagar garasi mobil, lalu membawa keduanya ke lantai 3.

Lebih kurang waktu 20. 00 WIB, Zuraida naik ke lantai 3 membawakan minuman air mineral terhadap Jefri serta Reza.

Lebih kurang waktu 01. 00 WIB, Zuraida naik kembali lagi lantai 3 serta berikan arahan terhadap Jefri serta Reza buat turun serta membimbing jalan ketujuan kamar korban.

Dalam kamar, korban tampak oleh Jefri serta Reza tengah memanfaatkan sarung serta tak memanfaatkan busana. Sesaat anaknya tertidur.

Kala itu, urutan Zuraida ada ditengah-tengah kasur di antara korban serta anaknya. Reza, kala itu, ambil kain dari tepi kasur korban, setelah itu membekap mulut serta hidung Jamaludin.

Jefri naik ke atas kasur, berdiri pas di atas korban serta menggenggam ke dua tangan korban di samping kanan serta kiri tubuh korban.

Disamping itu, Zuraida yang berbaring di samping kiri korban sembari menindih kaki korban dengan ke dua kakinya serta menentramkan anaknya yang sempat terjaga.

Seterusnya, seusai meyakini korban udah wafat, lebih kurang waktu 03. 00 WIB, mereka berdiskusi buat cari tempat pembuangan mayat korban.

Jasad korban idenya dibuang ke wilayah Berastagi. Mereka setelah itu memakaikan korban dengan kemeja olahraga PN Medan, lalu masukkan ke mobil korban Toyota Prado BK 77 HD di bangku baris ke dua.

Jefri menyopir mobilnya, sesaat Reza memakai sepeda motor Honda Vario Hitam BK 5898 AET.

Sesampainya di TKP pembuangan lebih kurang waktu 06. 30 WIB, perseneling digeser ke urutan D lalu mobil korban disasarkan ke jurang.

Bacalah juga : Bermain Joker123, Trik Main Tembak Ikan Pasti Menang

Martuani mengemukakan, di antara korban serta istrinya sempat berlangsung pertengkaran yang gak dapat didamaikan.

Selanjutnya, istri korban berinisiatif membunuh suaminya.

” Ini hari dilaksanakan penahanan atas 3 terduga. Tingkah lakunya ini disangkakan Masalah 340 sub-pasal 338, pembunuhan rencana, ” ujarnya.

Zuraida Hanum Jadi Terduga Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Ini Respon Pengacara Pengacara Zuraida Hanum, Onan Purba berani bicara berkaitan pemastian status terduga clientnya, Zuraida ikut serta dalam pembunuhan Hakim Jamaluddin Rabu, 8 Januari 2020 21 : 20

Banyak terduga perkara pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, didatangkan polisi disaat gelar perkara di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020) . SERAMBINEWS. COM – Pengacara Zuraida Hanum, Onan Purba berani bicara berkaitan pemastian status terduga clientnya, Zuraida Hanum yang ikut serta dalam pembunuhan Hakim Jamaluddin.

Onan menuturkan sampai sekarang ini faksinya belum mendapat surat pemastian terduga pada clientnya dalam perkara pembunuhan Hakim Jamaluddin, suami Zuraida Hanum.

” Hingga saat ini bila namanya pemastian terduga belumlah ada saya terima. Kami udah di Polresta (Medan) kini, saya pulang dari Polda, ” paparnya terhadap Tribun, Rabu (8/1/2020) melalui sambungan selular.

Dia mengatakan kalau faksinya belum dapat pengin memberikan komentar banyak berkaitan pemastian terduga itu lantaran belumlah ada surat pemastian terduga.

” Saya jadi penasihat hukumnya bila tak ada kenyataan di tangan saya, saya tak ingin memberikan komentar terkait itu. Namun barangkali bentar udah ada pemastian terduga penahanannya baru. ”

” Itukan ada keharusan hukum untuk kami, umpamanya berita acara pengecekan.

Hingga saat ini belum kita kenal pemastian tersangkanya jadi berita acaranyapun belum diberikan sama kita setelah itu apa idenya ditahan, surat perintah penahanan lantas belumlah ada sama kita, ” jelas Onan.

Seterusnya, dia memperjelas kalau penangkapan kepolisian pada clientnya itu terlalu berlebih.

” Menurut saya perbuatan polisi terkait penangkapan itu terlalu berlebih, kok diamankan orangnya di tempat ini, apa sich manfaatnya.

Bukanlah lantaran dicari ia ke rumah atau bagaimana. Ini tengah dilaksanakan pengumpulan bukti-bukti terus kok diamankan, inikan menurut saya terlalu berlebih, ” katanya.

Posted on