Anggota Kegiatan Keluarga Impian Desa Hargomulyo Menerima Proteksi Berupa Kambing

PKH ialah kegiatan proteksi sosial melalui pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM), selama keluarga tersebut memenuhi kewajibannya dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

PKH diarahkan untuk membantu kelompok sangat miskin dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan, selain menawarkan kemampuan kepada keluarga untuk meningkatkan pengeluaran konsumsi. PKH diperlukan sanggup mengubah sikap Keluarga Sangat Miskin untuk memeriksakan ibu hamil / Nifas / Balita ke akomodasi kesehatan, dan mengirimkan anak ke sekolah dan akomodasi pendidikan. Dalam jangka panjang, PKH diperlukan sanggup memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.

PKH ialah kegiatan proteksi sosial melalui pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Anggota Program Keluarga Harapan Desa Hargomulyo Mendapat Bantuan Berupa Kambing

PKH Diikutsertakan Pada Program Bantuan Sosial

PKH Mendapat pinjaman tunai sesuai persyaratan, mendapat pelayanan kesehatan di penyedia pelayanan kesehatan (Puskesmas, Posyandu, Polindes, dsb). mendapat pelayanan pendidikan bagi anak usia wajib berguru pendidikan dasar 9 tahun dan anak usia 15-18 tahun yang belum menuntaskan pendidikan dasar, melalui kegiatan pendidikan formal, informal maupun non formal. Peserta PKH diikutsertakan pada Program pinjaman sosial lainnya (Jamkesmas, BSM, Raskin, Kube, BLSM)

Di desa Hargomulyo, kecamatan Gedangsari penerima PKH mendapat pinjaman kambing satu ekor untuk setiap keluarga yang yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Menurut para penerima yang terdaftar dalam PKH bahwa pinjaman setiap penerima sebanyak 2juta Rupiah.

Uang pinjaman penerima PKH di pergunakan untuk membeli satu buah kambing seharga satu juta empat ratus ribu. Sisa uang sesudah di belikan kambing di gunakan untuk membeli perlengkapan kebutuhan kambing yang akan di pelihara menyerupai polar, sabit, tenggok, bejana dll.

Kambing pinjaman bertujuan untuk diambil keuntungannya. jadi sesudah kambing di pelihara selama enam bulan maka kambing harus di jual dan dibelikan lagi yang sesuai dengan modal awal, untungnya di ambil oleh anggota PKH.

Posted on

Nikmati Liburan Di Bukit Parangendog, Gunungkidul Yang Eksotis

Anda pernah mengunjungi Pantai Parangtritis, Jogjakarta? Bukit Parang Endog tak jauh dari pantai terkenal itu. Hanya sekitar 1 km ke arah timur, tepatnya di perbatasan Bantul dan Gunungkidul. Parang Endog yaitu suatu tempat di kec. Purwosarisari kab. Gunungkidul Daerah spesial Yogyakarta.

Pantai Parang Endog terletak di sebelah timur pantai Parangtritis. Panorama yang khas dari Pantai Parang endog selain hamparan pasir dan bentangan lain yang biru, Pantai ini mempunyai gundukan bukit yang membentang di belakang hamparan pasir Pantai. Namun bukit yang menjadi bab dari dataran tinggi Pegunungan Seribu ini pada beberapa bagiannya masuk ke Samudera Indonesia. Kecuali itu jarak antara dinding bukit dengan garis Pantai di Pantai Parang endog ini rata-rata relatif akrab jikalau dibandingkan dengan Pantai � Pantai di Bantul pada umumnya.

Anda pernah mengunjungi Pantai Parangtritis Nikmati Liburan Di Bukit Parangendog, Gunungkidul Yang Eksotis

Eksotisme Pantai Dan Bukit Parangendog Gunungkidul

Selepas Pantai Parangtritis, jalanan menanjak sekitar 500 meter. Tapi tenang, kendaraan sanggup naik kok hingga tempat parkir. Tidak ada tiket masuk. Cukup bayar ongkos parkir. Dari tempat parkir, pengunjung cukup berjalan kaki tak hingga 5 menit, sampailah di bukit dengan view indah itu.

Dari puncak Bukit Parangendog, sejauh mata memandang, terhampar Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, hingga Pantai Depok. Buka hanya itu. Saya juga menikmati hijau hamparan pepohonan dan sawah serta perkampungan dari ketinggian. Yang tak kalah seru, dari tempat tersebut, kita sanggup melihat Gumuk Pasir yang juga terkenal itu. Semua serba kecil dan mirip maket saja.Anda pernah mengunjungi Pantai Parangtritis Nikmati Liburan Di Bukit Parangendog, Gunungkidul Yang EksotisSebenarnya, Bukit Parangendog yaitu lokasi take-off paralayang. Karena itulah, bukit tersebut juga terkenal disebut Bukit Paralayang. Jika memang ingin uji nyali, tidak ada salahnya menikmati paralayang di tempat itu. Lokasi pendaratan sempurna di bibir Pantai Parangtritis. Kalau paralayang terlalu menantang, ada kok kegiatan lain yang juga menciptakan olahraga jantung. Berfoto di tepi beton yang terdapat di sisi barat bukit.

Hal lain yang menarik dari Pantai Parang endog yaitu adanya areal persawahan yang dibentuk di begitu mepet jaraknya dengan Pantai. Fenomena ini menunjukkan betapa warga Pantai Parang endog begitu gigih mengupayakan kehidupannya. Pantai berpasir yang notabene merupakan hamparan tanah tandus sanggup disulap menjadi areal persawahan padi dan bawang merah.

Pemandangan persawahan ini seolah menjadi begitu kontras dengan kegersangan hamparan pasir hitam yang berada di kiri kanan petak-petak sawah. Kegersangan hamparan pasir ini ternyata sanggup disulap menjadi areal persawahan yang menjanjikan. Hal ini terjadi alasannya yaitu hasil kerja keras warga setempat yang ditunjang oleh ketersediaan sumber-sumber air tawar bening yang mengalir dari celah-celah bukit di sisi utaranya.

Asal Usul Parangendog

Pantai Parang endog ini secara etimologis terdiri atas dua buah kata, yakni bendo dan endhog. Parang dalam bahasa Jawa sering diartikan sebagai watu karang yang berada di sekitar atau di dalam samudera. Sedangkan endhog dalam bahasa Jawa sama artinya dengan telur dalam bahasa Indonesia. Wilayah ini dinamakan Parang endog alasannya yaitu pada masa kemudian di wilayah ini banyak ditemukan batuan berbentuk bundar dengan ukuran rata-rata sebesar telur. Batuan-batuan ini berasal dari perbukitan yang berada di sisi utara Pantai. Sayangnya batuan semacam itu kini relatif sulit ditemukan alasannya yaitu banyak diambil orang.

 

Posted on

Tersengat Listrik, 2 Pegawai Transjakarta Tewas Mengenaskan

Dua pegawai Transjakarta ditemukan tewas tersengat listrik di halte bus milik Pemprov DKI. Kejadian mengenaskan tersebut diduga ketika kedua korban pulang kerja. Peristiwa itu terjadi di depan tangga penyeberangan bus TransJakarta, Jalan Mangga Dua Raya, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Jakarta dini hari tadi, pada pukul 02.00 WIB.

Dua pegawai Transjakarta ditemukan tewas tersengat listrik di halte bus milik Pemprov DKI Tersengat Listrik, 2 Pegawai Transjakarta Tewas Mengenaskan

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno menuturkan, kedua korban berjulukan Niko Adeli, warga Kramat Jati, Jakarta Timur dan Siti Nurhayati, warga Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keduanya ditemukan tewas pada dini hari tadi.

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno juga menambahkan, dari keterangan saksi, M Zaky (29) dan Yosa Laumeten (31), kedua korban diketahui gres pulang kerja dan bakal kembali ke kosannya di bilangan Mangga Besar, Jakarta Barat.

Saat kejadian, pelataran tangga depan halte memang digenangi air sebab cuaca ketika itu kebetulan memang sudah hujan. Lantaran diduga tidak tahu, keduanya menginjak genangan air dekat tiang listrik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Mohammad Iqbal sempat menjelaskan ketika tiba di bawah jembatan, keduanya seketika kejang-kejang akhir tersengat listrik. Baik Niko dan Siti, keduanya meninggal di tempat.

Reaksi Gubernur DKI Jakarta Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja atau yang dekat disapa Ahok tampak kebingungan ketika ditanya peristiwa nahas yang dialami dua karyawan Transjakarta tersebut. Dia sempat melihat ke arah asisten untuk mengetahui insiden itu.

Setelah menerima laporan dari saksi, pegawanegeri kemudian tiba ke lokasi untuk mengevakuasi kedua mayat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Kedua mayat tersebut selanjutnya menjalani proses visum dan dipulangkan kepada keluarga masing-masing. Saat ini, tiang listrik tersebut sudah dipasangi garis polisi.

Posted on

Tasyakuran Kenaikan Pangkat Dan Masa Purna Kiprah Oleh Anggota Polsek Gedangsari

Tasyakuran kenaikan pangkat dan purna kiprah oleh beberapa anggota kepolisian dari Polsek kecamatan Gedangsari. Polsek Gedangsari terletak di dusun Bulu desa Hargomulo kecamatan Gedangsari. Ada tiga anggota kepolisian kecamatan Gedangsari yang mengalami kenaikan pangkat sedangkan satu orang purna kiprah atau pensiun. Acara tasyakuran sekaligus menyambut datangnya malam tahun gres pada 2016.

Tasyakuran kenaikan pangkat dan purna kiprah oleh beberapa anggota kepolisian dari Polsek k Tasyakuran Kenaikan Pangkat Dan Masa Purna Tugas Oleh Anggota Polsek Gedangsari

Acara tasyakuran kenaikan pangkat dan purna jabatan ini di awali dengan beberapa sambutan. Sambutan yang pertama� dari ketua panita tasyakuran disampaikan dari Polsek Gedangsari. Ketua panitia menyampaikan bahwa program tasyakuran ini salah satunya untuk mempererat korelasi masyarakat dengan Polsek. Sambutan yang kedua di sampaikan oleh� bapak Camat Kecamatan Gedangsari, dia memberikan ucapan terima kasih kepada Polsek Gedangsari yang selama ini telah berhasil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pemotongan Tumpeng Tasyakuran

Acara ini di lanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh anggota kepolisian Kecamatan Gedangsari yang telah naik jabatan maupun yang telah purna tugas. Pemotongan tumpeng di lakukan oleh anggota kepolisian yang telah purna kiprah kemudian di serahkan kepada Kapolsek Gedangsari, kapolsek di serahkan kepada para anggota kepolisian yang naik pangkat.

Banyak tokoh masyarakat dan juga pejabat yang hadir dalam rangka tasyakuran kenaikan pangkat dan purna kiprah oleh anggota Polsek Gedangsari. Di antaranya Bapak Camat Gedangsari. Anggota dewan kawasan propinsi Yogyakarta, Bapak kepala desa Hargomulyo hadir juga dari Koramil kecamatan Gedangsari. Dan juga warga sekitar Polsek Gedangsari yang ingin menyaksikan program ini.

Dalam program tasyakuran ini di meriahkan oleh orkes orisinil Gedangsari yang telah dirintis orisinil putra putri Gedangsari yang tergabung dalam grup Arista. Namun ada beberapa penyanyi yang di sengaja didatangkan dari kawasan Klaten Jawa Tengah. Grup musik ini dipimpin oleh saudara Nanang dari dusun Bulu, Gedangsari.

Posted on

Pesta Kembang Api Akan Meriahkan Pergantian Tahun Di Wonosari, Gunungkidul Malam Nanti

Tahun gres ialah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang memiliki kalender tahunan semuanya memiliki perayaan tahun baru. Hari tahun gres di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari sebab Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama ibarat secara umum dikuasai negara-negara di dunia.

Menjelang detik-detik pergantian tahun baru, di sejumlah kawasan digelar atraksi dan hiburan. Begitu pula di Wonosari, Gunungkidul.� Di Bangsal Sewokoprojo akan dilakukan malam refleksi dipimpin Plt Bupati Ir Budi Antono MSi dan dihadiri seluruh Kepala SKPD. Dilanjutkan peringatan detik-detik pergantian tahun di Alun-alun Wonosari dengan hiburan campursari Sanggar Ungu pimpinan Joni Gunawan dengan sederetan bintang tamu, diakhiri pesta kembang api.

Tahun gres ialah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahu Pesta Kembang Api Akan Meriahkan Pergantian Tahun Di Wonosari, Gunungkidul Malam Nanti

Menurut Kabag Humas dan Protokol Drs Agus Kamtono MSi, malam refleksi akan dimulai pukul 20.00 WIB dengan hiburan campursari. Selanjutnya pukul 23.00 WIB bupati dan rombongan Muspida menuju Alun-alun Wonosari untuk merayakan detik-detik pergantian tahun. Sementara itu di objek wisata Nglanggeran, pengelola menyiapkan paket wisata khusus diantaranya akan digelar hiburan musik calung dan pesta kembang api.

Semarak Pesta Kembang Api

Sedangkan bagi wisatawan yang menginap di sejumlah homestay disediakan kemudahan untuk dapat menikmati sunrise, makan dua kali, transport lokal dan mengunjungi seluruh destinasi yang ada di Nglanggeran, Patuk mulai dari Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran dan lainnya. “Panggung hiburan dan pesta kembang api dipusatkan di Embung Nglanggeran,” kata Sugeng Handoko di Wonosari, Kamis (31/12/2015).

Di Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari pada malam tahun gres digelar hiburan musik elekton, dilanjutkan pesta kembang api oleh kelompok sadar wisata setempat. “Sebelumnya para pedagang dan warga pesisir Baron menyelenggarakan kenduri sebagai rasa syukur dan memohon keselamatan pada tahun yang akan datang,” kata Wawan Ketua Pokdarwis Baron.

Posted on

Disangka Teroris, Densus 88 Salah Tangkap 2 Warga Solo

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 4 orang di Solo pada Selasa 29 Desember 2015. Namun tak disangka, ternyata dua orang diantaranya menjadi korban salah tangkap sehingga mereka menuntut Densus melaksanakan rehabilitasi namanya.

 ternyata dua orang diantaranya menjadi korban salah tangkap sehingga mereka menuntut Dens Disangka Teroris, Densus 88 Salah Tangkap 2 Warga Solo

Dua orang itu ialah M Nur Syawaludin, warga Dawung Wetan, Serengan, Solo, dan Ayom Panggalih, warga Panularan, Serengan, Solo. Pembebasan korban salah tangkap itu dilakukan sehabis mereka tidak terbukti terlibat sebagai jaringan teroris.

Kronologi Salah Tangkap Densus 88

Saat proses penangkapan, kedua korban salah tangkap Densus 88 itu mendapat perlakukan yang kurang manusiawi oleh pihak Densus. Bahkan, mereka sempat ditodong pistol oleh pasukan antiteror tersebut. Nur Syawaludin bahkan pribadi diborgol dan dipaksa masuk ke kendaraan beroda empat Innova Densus.

Selama di dalam mobil, kepala Nur Syawal diminta menunduk dan dihentikan melihat jalan. Dengan wajah yang ditutupi kaus, ia juga ditanya soal temannya Ayom Panggalih yang lari ketika mengetahui ada penangkapan terhadap dirinya.

Setelah dibawa mobil, Nur diturunkan di markas Polsek Laweyan yang jaraknya tidak jauh dari lokasi penangkapan terhadap dirinya di depan Sekolah Menengan Atas Al Islam Jalan Honggowongso, Solo. Kemudian, datanglah personel Densus ke selnya.

Nur menyampaikan anggota Densus tersebut pribadi mengajukan pertanyaan apakah dirinya kenal dengan yang namanya Hamzah. Nur menyampaikan bahwa ia tidak kenal, Nur hanya kenal Hamzah gemuk dan berkacamata yang merupakan sobat kakaknya.

Hal sama juga diungkapkan oleh korban salah tangkap lainnya berjulukan Ayom Panggalih. Dia menceritakan penangkapan terhadap dirinya dilakukan ketika akan berangkat menuju masjid. Ayom mengaku mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dari petugas.

Saat diinterogasi di dalam mobil, petugas dari pihak Densus sempat menginjak belahan kepala Ayom. Hal itu dilakukan alasannya petugas tidak percaya bahwa dirinya tidak mengenal nama-nama teroris yang disebutkan.

Mereka berdua ditangkap oleh Densus 88 sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah sempat diinterogasi di Polsek Laweyan oleh pasukan Antiteror itu, lantas sekitar pukul 14.15 WIB kedua orang korban salah tangkap itu pribadi dilepaskan.

Pengacara dari The Islamic State and Acin Center (ISAC) Kurniawan menyayangkan penangkapan terhadap kedua orang tersebut. Sebab, mereka tidak melaksanakan kesalahan apa pun namun ditangkap dan disangka terlibat jaringan teroris.

Ke depan, pihaknya akan melayangkan surat tuntutan terkait perlakuan tidak manusiawi kepada kedua kliennya tersebut. Mengingat, keduanya sama sekali tidak bersalah namun diperlakukan secara kasar. Menurutnya, itu penculikan alasannya tidak disertai mekanisme surat penangkapan, surat pemanggilan dan izin lainnya.

Posted on

Gunungkidul Kembali Bangkit Gerbang Selamat Tiba Di Perbatasan Klaten Dan Sukoharjo

Gunungkidul Kembali Bangun Gerbang Selamat Datang Di Perbatasan Klaten Dan Sukoharjo� – Setelah sukses membangun taman beserta gapura selamat tiba di perbatasan Bantul-Gunungkidul, Pemda Gunungkidul kembali membangun dua gapura lagi di perbatasan Klaten dan Sukoharjo. Kedua gapura tersebut dibangun dengan menonjolkan potensi lokal di masing-masing daerahnya serta landmark goresan pena Gunungkidul Handayani sebagai ikon.

Pembangunan gapura menjadi kiprah DPU dan taman menjadi kiprah Kapedal.Konsep taman di perbatasan Gunungkidul-Klaten, akan ditampilkan dalam wujud patung caping yang tengah dibatik dengan canting, bentuk itu sesuai dengan potensi lokal yang ada di wilayah Ngawen.Gunungkidul Kembali Bangun Gerbang Selamat Datang Di Perbatasan Klaten Dan Sukoharjo�  Gunungkidul Kembali Bangun Gerbang Selamat Datang Di Perbatasan Klaten Dan SukoharjoSementara untuk gapura dan taman di perbatasan Gunungkidul-Sukoharjo, akan desain sesuai dengan potensi industri batu. Nantinya akan dipajang patung orang yang tengah memahat watu putih.

Pembangunan Gerbang Wisata Dengan Landmark Gunungkidul Handayani

Kepala kantor Pengendalian Dampak Lingkungan ( Kapedal) Gunungkidul, Irawan Jatmiko menyampaikan pembangunan gapura dan taman Gunungkidul dilaksanakan oleh dua SKPD, ialah Dinas Pekerjaan Umum ( DPU) dan Kapedal. DPU nantinya akan membangun gapura sementara Kapedal akan membangun taman untuk memperindahnya.

Selain membangun dua gapura dan taman, imbuhnya, pihaknya juga akan menuntaskan pembangunan taman di Patuk. Pemkab akan membebaskan lahan mulai dari komplek taman sesudah batas kabupaten sampai daerah gapura.

Sebagai gerbang masuk ke wilayah Gunungkidul, gapura selamat tiba dan taman yang berada di wilayah perbatasan Klaten dan Sukoharjo tersebut nantinya akan didesain bukan hanya sekadar embel-embel saja.

Keduanya akan dibangun dengan konsep yang mendukung dunia pariwisata serta landmark goresan pena Gunungkidul Handayani. Dengan begitu, keberadaannya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif lokasi wisata sebelum menuju obyek wisata utama. Sehingga dengan demikian Gunungkidul akan semakin dikenal di mata dunia.

 

Posted on

Korban Karam Di Pantai Kenoyojayan Kebumen Karenanya Ditemukan

Tim search and rescue (SAR) adonan menemukan jasad cowok asal Desa Tahunan, Kabupaten Jepara, yang menjadi korban karam di Pantai Kenoyojayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Korban atas nama Mafaqirul Huda dilaporkan karam di Pantai Kenoyojayan pada hari Rabu 30 Desember 2015 pukul 16.45 WIB.

 adonan menemukan jasad cowok asal Desa Tahunan Korban Tenggelam di Pantai Kenoyojayan Kebumen Akhirnya Ditemukan

Korban yang tercatat sebagai santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Kendal itu berada di Kebumen dalam rangka menghadiri resepsi janji nikah salah seorang rekannya di Desa Kaibon, Kecamatan Ambal.

Usai program resepsi, korban bersama empat rekannya menuju Pantai Kenoyojayan dengan memakai sepeda motor. Akan tetapi nahas, korban yang sedang mandi di pantai justru terseret gelombang tinggi sampai karenanya karam dan hilang.

Penemuan Korban Tenggelam di Pantai Kenoyojayan

Koordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono di Cilacap menyampaikan korban atas nama Mafaqirul Huda (21) ditemukan dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 WIB Sabtu (2/1/2015). Dengan ditemukannya korban Mafariqul Huda, kata dia, tim SAR adonan yang terlibat dalam operasi segera kembali ke pangkalan masing-masing.

Mulwahyono menjelaskan tim SAR pun segera mendatangi lokasi inovasi korban tenggelam yang berjarak sekitar 2 kilometer arah timur lokasi kejadian. Jasad korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kebumen untuk divisum. Mulwahyono juga menyatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing yang secara kebetulan melihat sesosok mayit tergeletak di pinggiran pantai Kaibon, Desa Kaibon, Kecamatan Ambal, Kebumen.

Selanjutnya, pemancing itu melaporkannya ke tim SAR adonan yang sedang melaksanakan operasi pencarian korban di sekitar lokasi kejadian, yaitu Pantai Kenoyojayan, Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal. Tim SAR adonan terdiri atas Basarnas Pos SAR Cilacap, PMI Kebumen, SAR Elang Perkasa, SAR Jepara, Polsek Ambal, Inafis Kebumen, BPBD Kebumen, dan keluarga korban.

Posted on

Kuliner Ekstrim Gunungkidul Kepompong Ulat Jati Ini Sangat Laris Di Pasaran

Di animo menyerupai ketika ini banyak pohon jati di makan oleh ulat jati. Ulat pohon jati yang biasa muncul ketika awal animo penghujan. Pohon jati yang berada di wilayah kecamatan gedangsari hampir semua terlihat cumpang-camping tergoda oleh ulat jati.

Di animo menyerupai ketika ini banyak pohon jati di makan oleh ulat jati Kuliner Ekstrim Gunungkidul Kepompong Ulat Jati Ini Sangat Laku Di Pasaran

Ulat jati di sebagian wilayah merupakan suatu hama yang menakutkan. namun di sebagian wilayah� ulat jati banyak disukai. Seperti warga masyarakat Gunungkidul kebanyakan menyukai kepompong ulat jati bahkan harga jualnya sangat tinggi perkilo gramnya di pasaran.

Jensi – Jenis Ulat Daun yang Enak Dimakan

Kepompong Ulat daun, yang biasa yummy dimakan ada dua jenis yaitu ulat jati dan ulat besi. Dua jenis ulat ini hampir sama jenisnya sama-sama makan daun. Dinamakan ulat jati alasannya ialah makan daun jati dan begitupun ulat besi dikatakan ulat besi alasannya ialah memakan daun besi.

Berbedaan ulat besi terletak pada ukuran dan warna ulat. ulat jati berwarna hitam sedangkan ulat besi berwarna hitam agak hijau. Ulat jati kalau ingin menjadi sebuah kepompong turun ke tanah dan menciptakan rumah kepompong di tanah. Sedangkan ulat besi menjadi kepompong hanya bergelantungan di daun tanpa membungkus diri.

Ulat yang menjijikkan bagi banyak orang. Namun, di Kabupaten Bojonegoro, sampai daerah Cepu, Blora, Jawa Tengah, Gunungkidul kepompong ulat bulu jati, yang disebut�entung�oleh penduduk daerah itu, dijual Rp 60-80 ribu per kilogram. Kepompong ulat jati itu biasanya dipakai untuk aneka macam hidangan masakan. Ditumis, dibentuk keripik, juga rica-rica pedas. Penjual membagi-baginya menjadi 100 gram seharga Rp 8.000.

Sebelum menjadi kepompong, warga merasa terganggu dengan banyaknya ulat bulu daun jati. Ulat bulu itu bahkan masuk ke pekarangan warga dan memakan daun-daun tanaman milik warga. Seperti yang terjadi di kecamatan Gedangsari Gunungkidul.

munculnya ulat jati merupakan siklus tahunan ketika animo hujan. Ulat itu akan hilang sendiri maksimal sehabis tiga pekan. �Ini siklus tahunan. sehabis itu ulat akan hilang dengan sendirinya.

Posted on

Menikmati Satu Lagi Pesona Bukit Cabaan Di Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul

Bukit Gunung Tugel atau Bukit Cabaan merupakan suatu formasi bukit yang terdapat di Provinsi Daerah spesial Yogyakarta. Lebih tepatnya di Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul. Bila dari kota Jogja, Anda� masih terus mengambil jalur ke timur ke arah kota Wonosari yang merupakan ibukota Kabupaten Gunungkidul. Dari ibukota Kabupaten, Gunung Tugel masih berjarak kurang lebih 40 km. Gunung Tugel yakni suatu bukit di Desa Mertelu yang hampir sama dengan bukit � bukit yang lain di sekitar kawasan tersebut. Pesona wisata yang menciptakan Gunung Tugel menjadi salah satu pilihan berlibur alternatif yang akan sanggup memulihkan pikiran maupun tubuh yakni mengenai pemandangan di sekitar Bukit� Gunung Tugel yang indah.

Puncak Bukit Gunung Tugel ini biasa juga disebut dengan Bukit Cabaan. Anda sanggup dimanjakan dengan adanya pemandangan kota Klaten yang terhampar luas di depan Bukit Gunung Tugel. Selain itu juga sanggup melihat sebuah rawa yang populer di Klaten (Rawa Jombor) dari atas bukit di Gunung Tugel. Kurang lengkap juga bila sanggup melihat dua gunung yang berada di persis di depan Gunung Tugel, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Saat cuaca sedang cerah, Anda� sanggup melihat sunrise dan sunset yang memukau di atas bukit Gunung Tugel. Hal tersebut merupakan salah satu daya tarik wisata, mengapa Gunung Tugel sanggup menjadi wisata alternatif. Banyak potensi wisata yang sanggup menjadi nilai pendukung Gunung Tugel untuk menarik wisatawan.

Bukit Gunung Tugel atau Bukit Cabaan merupakan suatu formasi bukit yang terdapat di Provin Menikmati Satu Lagi Pesona Bukit Cabaan Di Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul

Rute Menuju Bukit CabaanDari Jogja = lewat Pathuk, Sambipitu ambil kiri ke arahKecamatan Gedangsari, hingga Kantor Kecamatan Gedangsari ambil ke arah timur ke desa Mertelu. Sampai desa Mertelu, silakan ambil jalan ke SD Mertelu Baru. Basecamp untuk menitipkan motor ada dirumahnya Mbah Slamet. Dari Klaten/Solo =� Klaten lewat Wedi, lewat jalur ke Gantiwarno yang sebelah timur, keselatan arah kecamatan Gedangsari. Sampai Kantor Kecamatan Gedangsari ambil ke arah timur ke desa Mertelu. Sampai desa Mertelu, silakan ambil jalan ke SD Mertelu Baru.Pesona Bukit Cabaan

Bukit Gunung Tugel atau Bukit Cabaan merupakan suatu formasi bukit yang terdapat di Provin Menikmati Satu Lagi Pesona Bukit Cabaan Di Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul

Selain anda tiba pribadi ke bukit Cabaan Di Desa Mertelu ini, anda juga sanggup menikmati pesona bukit Cabaan dari Green Village Gedangsari. Bukit-bukitnya sudah menghijau oleh pepohonan yang bersemi. Adalah Pucak Bukit Cabaan atau disebut juga sebagai Gunung Tugel di sisi selatan. Menikmatinya sambil meluruskan kaki di gasebo-gasebo berdesain unik di puncak Green Village ini aku kira yakni cara terbaik melepaskan penat. Atau mau melempar lelah jauh ke jurang?

Anda akan dimanjakan dengan beraneka pemandangan alam yang sanggup dilihat dari atas bukit. Siapkan rencana Anda untuk bergegas mengatur aktivitas wisata alam ke Gunung Tugel. Berwisata tidak harus mahal, yang penting yakni Anda sanggup merasa pikiran segar dan tentunya dengan suguhan alamnya yang menawan.

Posted on