Keanekaragaman hayati dan keasrian alam di Tanah Air memang tidak dapat dipungkiri lagi. Hal ini terbukti dari sejumlah peneliti dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) semenjak sepekan terakhir melaksanakan penelitian di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Keanekaragaman hayati dan keasrian alam di Tanah Air memang tidak dapat dipungkiri lagi Bersejarah Tinggi, Geopark Merangin Ini Dilirik UNESCO

Penelitian ini untuk melihat dan mengecek langsung, situs Geopark atau taman bumi di Merangin, Jambi. Penelitian tersebut juga untuk menilai, apakah situs Geopark Merangin sudah layak atau belum untuk tergabung dalam jaringan Geopark Global Network (GGN) UNESCO.

Berdasarkan data Pemkab Merangin, Geopark Merangin termasuk dalam tempat Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang relatif masih terjaga. Geopark tersebut diperkirakan berumur 300 juta tahun. Karena itu, tempat tersebut menjadi ladang riset utama para geolog dunia dalam mempelajari evolusi bumi.

Untuk masuk dalam jaringan GGN, peneliti sekaligus petinggi GGN Unesco, Guy Martini menyarankan semoga Pemkab Merangin melaksanakan banyak pembenahan terhadap geopark di wilayahnya. Menurut dia, Pemkab Merangin harus menciptakan pemetaan wilayah geopark gres yang lebih terarah dan juga diminta menggali potensi geopark semoga dapat dikembangkan, ibarat potensi geologi, alam, sejarah, budaya, ekonomi dan sosial.

Selain itu, hebat geopark asal Prancis ini menyarankan semoga Pemkab Merangin menciptakan perencanaan aktivitas sesuai dengan potensi daerah, serta kegiatan edukasi. Kemudian Pemkab Merangin juga diminta untuk menciptakan produk unggulan. Selain itu, juga harus menciptakan logo atau ikon Geopark Merangin semoga gampang dikenal masyarakat luas.

Geopark Merangin mempunyai luas 20.360 kilometer persegi. Geopark tersebut terbagi atas 4 bagian. Yakni, Paleobotani Park Merangin, Highland Park Kerinci, Geo-Cultural Park Sarolangun, dan Godwana Park Pegunungan Bukit Tiga Puluh yang masuk wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Jambi.