Pengeroyokan yang dialami oleh tim Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat beserta informannya ketika menggerebek bandar narkoba di Berlan, Matraman, Jakarta Timur, bukanlah agresi warga sekitar. Mereka yakni orang-orang yang bertugas melindungi bisnis gelap peredaran narkotik milik Oma Yola (51), seorang pengedar narkoba di wilayah tersebut.

Pengeroyokan yang dialami oleh tim Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat beserta infor Hindari Pengeroyokan Bersenjata Tajam, Polisi Tewas Terjun Ke Ciliwung

Barang bukti sabu sebanyak 20 kg lebih yang berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Kamis (8/10/2015). BNN berhasil menggagalkan upaya penyeludupan sabu jaringan Surabaya-Jakarta.

Karena dikepung sekelompok massa yang berjumlah 15 orang bersenjata tajam menyerupai bendo dan golok, kesudahannya 2 anggota kepolisian bersama 2 informannya menentukan terjun ke Sungai Ciliwung yang berada di belakang rumah Oma Yola.

Bripka Taufik Ditemukan Tewas

Dalam aksi lompat ke Ciliwung untuk menghindari pengeroyokan tersebut, 3 orang telah ditemukan selamat, sedangkan 1 orang lainnya berjulukan Brigadir Hidayat ditemukan tewas. Anggota Polsek Senen Bripka Taufik ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Bripka Taufik ditemukan gugur di Kali Banjir Kanal, Gambir, Jakarta Pusat.

“Jasad Bripka Taufik ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB di depan Kantor Dinas PU, Gambir, Jakarta Pusat,” ungkap Kasubbag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno.

Bripka Taufik gugur ketika menjalankan kiprah menangkap bandar narkoba di Kawasan Berlan, Jakarta Timur, Senin 18 Januari 2016 kemarin. Bripka Taufik melompat ke Kali Ciliwung untuk menghindari amuk massa. Amuk massa yang terjadi di rumah bandar narkoba ini menjadikan dua petugas polisi yakni Kanit Narkoba Polsek Senen Iptu Hadi Prabowo dan Brigadir Patrik menderita luka sabetan senjata tajam.

Polisi juga melaksanakan penggeledahan besar-besaran di permukiman daerah insiden itu terjadi pada Senin malam, 18 Januari 2016. Penggeledahan itu dipimpin eksklusif Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian bersama jajaran Reserse Polda Metro Jaya.