Petai atau mlanding merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong-polongan (Fabaceae), anak-suku petai-petaian (Mimosoidae). Tumbuhan ini tersebar luas di Nusantara bab barat. Bijinya, yang disebut “petai” juga, dikonsumsi saat masih muda, baik segar maupun direbus.

Petai atau mlanding merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong Inilah Beberapa Kandungan Gizi Yang Terdapat Dalam PetaiBiji petai, yang berbau khas dan agak menyerupai dengan jengkol, dikonsumsi segar maupun dijadikan materi adonan sejumlah menu. Sambal goreng hati tidak lengkap tanpa petai. Sambal petai juga merupakan hidangan dengan petai.

Biji petai biasanya dijual dengan menyertakan polongnya. Namun, pengemasan modern juga dilakukan dengan mengemasnya dalam plastik atau dalam stirofoam yang dibungkus plastik kedap udara.

Petai akan sangat nikmat apabila dikombinasikan dengan makanan lain yang mempunyai aroma besar lengan berkuasa menyerupai bawang putih, cabai, dan kari. Tergantung daerahnya, petai sanggup diolah menjadi banyak sekali ragam makanan favorit.

petai mengandung asam amino yang memperlihatkan bacin khas dan besar lengan berkuasa pada air seni dimana dampak ini sanggup bertahan sampai dua hari sesudah dikonsumsi. Seperti jenis kacang-kacangan lainnya, karbohidrat kompleks yang terkandung di dalam petai sanggup menjadikan bacin yang besar lengan berkuasa pada buang angin seseorang.

Asam amino yang banyak terdapat pada petai kaya akan unsur nitrogen dan belerang yang akan diubah menjadi gas yaitu amoniak (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) dan menjadikan kentut menjadi bau. Petai juga akan memperlihatkan aroma pada bacin verbal sesudah Anda mengonsumsinya. Karena banyak sekali alasan inilah maka sebagian orang menentukan untuk tidak mengonsumsi petai.

Namun di balik baunya yang dianggap mengganggu, petai mempunyai manfaat yang sangat banyak. Dibanding apel, petai mempunyai protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

Petai sendiri juga merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji. Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu 46 mg per 100 g biji. Peran vitamin C terutama yaitu dalam proses penyem�buhan luka serta daya tahan badan melawan nanah dan stres.