Pesawat T-50i Golden Eagle milik Tentara Nasional Indonesia AU jatuh ketika tengah beratraksi di gelaran Gebyar Dirgantara AAU, Yogyakarta. Dua orang pilot dinyatakan gugur dalam kejadian tersebut. Jasad kedua perwira tersebut ketika ini dievakuasi ke RS Tentara Nasional Indonesia AU Hardjolukito, Yogyakarta.

i Golden Eagle milik Tentara Nasional Indonesia AU jatuh ketika tengah beratraksi di gelaran Gebyar Dirgantara AAU Insiden Jatuhnya Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle

Dua perwira tersebut yaitu Letnan Kolonel Penerbang (Pnb) Marda Sarjono dan Mayor Penerbang Dwi Cahyono. Letnan Kolonel Penerbang Marda Sarjono yaitu komandan Skuadron Udara 15 Tentara Nasional Indonesia AU daerah T-50 Golden Eagle itu bernaung. Sementara Mayor Penerbang Dwi Cahyono juga bertugas di skuadron tersebut. Saat ini masih berlangsung proses memindahkan pesawat.

Kronologi Jatuhnya Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle

Danlanud Adi Sucipto, Marsma Imran Baidirus, menyampaikan ketika itu pesawat jatuh sesudah melaksanakan atraksi selama lima belas menit di udara. Saat melaksanakan manuver, pesawat jatuh di halaman timur Lanud Adi Sucipto. Ketinggian sekitar 500 feet. Imran juga mengatakan, pesawat jatuh menghantam tanah kemudian terbakar.

Kedua penerbang tidak sempat keluar sebelum pesawat jatuh ke tanah. Saat itu kondisi pesawat dalam keadaan yang laik terbang. Pilot Letnan kolonel Marda Sarjono (Komandan skuardon XV Madiun) dan Back Sitter Kapten Dwi Cahyadi meninggal dunia.

Dwi akan pribadi dimakamkan di pemakaman umum di Modinan Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 09.40 WIB (20/12/2015). Pihak Tentara Nasional Indonesia sendiri masih fokus mengevakuasi korban, pesawat, dan juga sekeliling.

Analisis Jatuhnya Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle

Terdapat tiga hal yang sanggup menyebabkan sebuah pesawat terjatuh, yakni faktor cuaca, mesin, dan human error. Jatuhnya pesawat sanggup dipastikan bukan sebab cuaca jelek yang terjadi di langit Yogyakarta, sebab cuacanya begitu cerah.

Kalau bicara duduk kasus pilot dan mesin, butuh waktu untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut sehingga terungkap penyebab kecelakaan yang sebenarnya. Air show semacam itu mempunyai risiko tinggi. Pesawat tempur tersebut melaksanakan manuver berbahaya dan tak lazim.

Apalagi pesawat tempur ibarat itu mempunyai kecepatan tinggi dan melaksanakan penerbangan rendah. Pilot benar-benar harus mematangkan akurasinya. Pesawat tempur Tentara Nasional Indonesia AU T50i Golden Eagle tersebut relatif gres di dunia militer Indonesia, jadi masih belum terlalu familiar.

Bisa jadi sebab tergolong sebagai pesawat baru, kuat terhadap para pilotnya. Tapi bagaimanapun, untuk mendapat titik terang penyebab jatuhnya pesawat, tetap harus menunggu penyelidikan dan klarifikasi resmi terkait kecelakaan pesawat tempur tersebut.