Di animo menyerupai ketika ini banyak pohon jati di makan oleh ulat jati. Ulat pohon jati yang biasa muncul ketika awal animo penghujan. Pohon jati yang berada di wilayah kecamatan gedangsari hampir semua terlihat cumpang-camping tergoda oleh ulat jati.

Di animo menyerupai ketika ini banyak pohon jati di makan oleh ulat jati Kuliner Ekstrim Gunungkidul Kepompong Ulat Jati Ini Sangat Laku Di Pasaran

Ulat jati di sebagian wilayah merupakan suatu hama yang menakutkan. namun di sebagian wilayah� ulat jati banyak disukai. Seperti warga masyarakat Gunungkidul kebanyakan menyukai kepompong ulat jati bahkan harga jualnya sangat tinggi perkilo gramnya di pasaran.

Jensi – Jenis Ulat Daun yang Enak Dimakan

Kepompong Ulat daun, yang biasa yummy dimakan ada dua jenis yaitu ulat jati dan ulat besi. Dua jenis ulat ini hampir sama jenisnya sama-sama makan daun. Dinamakan ulat jati alasannya ialah makan daun jati dan begitupun ulat besi dikatakan ulat besi alasannya ialah memakan daun besi.

Berbedaan ulat besi terletak pada ukuran dan warna ulat. ulat jati berwarna hitam sedangkan ulat besi berwarna hitam agak hijau. Ulat jati kalau ingin menjadi sebuah kepompong turun ke tanah dan menciptakan rumah kepompong di tanah. Sedangkan ulat besi menjadi kepompong hanya bergelantungan di daun tanpa membungkus diri.

Ulat yang menjijikkan bagi banyak orang. Namun, di Kabupaten Bojonegoro, sampai daerah Cepu, Blora, Jawa Tengah, Gunungkidul kepompong ulat bulu jati, yang disebut�entung�oleh penduduk daerah itu, dijual Rp 60-80 ribu per kilogram. Kepompong ulat jati itu biasanya dipakai untuk aneka macam hidangan masakan. Ditumis, dibentuk keripik, juga rica-rica pedas. Penjual membagi-baginya menjadi 100 gram seharga Rp 8.000.

Sebelum menjadi kepompong, warga merasa terganggu dengan banyaknya ulat bulu daun jati. Ulat bulu itu bahkan masuk ke pekarangan warga dan memakan daun-daun tanaman milik warga. Seperti yang terjadi di kecamatan Gedangsari Gunungkidul.

munculnya ulat jati merupakan siklus tahunan ketika animo hujan. Ulat itu akan hilang sendiri maksimal sehabis tiga pekan. �Ini siklus tahunan. sehabis itu ulat akan hilang dengan sendirinya.