Bendungan beton terletak di Dusun Sladi, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Bendungan Beton awalnya di dirikan untuk mengairi sawah-sawah warga semoga sanggup tetap panen walaupun di ekspresi dominan kemarau lantaran masyarakat setempat di dominasi oleh Petani. Akhirnya di bangunlah bendungan yang di fungsikan untuk menampung pemikiran air sungai dan air hujan.

Fungsi utama bendungan Beton sudah mencapai tujuan ialah untuk mengairi sawah warga. Namun warga sekitar maupun warga dari luar tempat Ponjong sangat antusias untuk mengunjungi bendungan Beton. Seiring perkembangan dan makin bertambahnya jumlah pengunjung untuk berwisata di Bedungan Beton. Membuat pihak pengelola dan warga setempat untuk membangun akomodasi penunjang untuk berwisata.

 Bendungan Beton awalnya di dirikan untuk mengairi sawah Mengungkap Misteri Bendungan Beton Di Ponjong Gunungkidul

Misteri Bendungan Beton

Bendungan Beton mempunyai panorama yang sangat asri dan alami, lantaran bendungan Beton terletak di kaki bukit batuan kapur. Tumbuhan khas berupa pohon jati yang tumbuh di seutaran bukit menjadi sebuah paduan yang serasi. Tumbuhan pohon pinus yang berjajar di sekeliling Bendugan, menciptakan Bendungan tampak lebih hijau dan sejuk di pandang mata.

Namun di balik keasrian dan keindahan bendungan tersebut terdapat misteri yang beredar di masyarakat ihwal Bendungan Beton. Konon bendungan Beton dihuni oleh sesosok ikan raksasa yang mempunyai istana di dasar bendungan yang meminta tumbal dikala bulan Suro. Banyak masyarakat yang percaya dan tak sedikit juga yang tidak percaya.

Bendungan Beton sangat di larang untuk berenang, lantaran dasar Bendungan Beton sanggup mencapai kedalaman lebih dari 5 meter. Walaupun sudah di peringati untuk tidak berenang ada saja pengunjung yang nekat untuk berenang di bendungan Beton. Membuat jatuhnya korban atas kelalaian pengunjung sendiri.

Menurut warga pernah ada bencana dua orang perjaka yang iseng taruhan untuk menyelam di Bendungan Beton. Namun lantaran satu perjaka tersebut tidak sanggup berenang risikonya karam ke dalam dasar bendungan. Banyak warga setempat yang menghubungkan dengan penghuni bendungan meminta tumbal dan ada juga yang menganggap itu sebuah kecelakaan yang di sebabkan oleh pengunjung yang tidak berhati-hati.