Gunungkidul Kembali Bangkit Gerbang Selamat Tiba Di Perbatasan Klaten Dan Sukoharjo

Gunungkidul Kembali Bangun Gerbang Selamat Datang Di Perbatasan Klaten Dan Sukoharjo� – Setelah sukses membangun taman beserta gapura selamat tiba di perbatasan Bantul-Gunungkidul, Pemda Gunungkidul kembali membangun dua gapura lagi di perbatasan Klaten dan Sukoharjo. Kedua gapura tersebut dibangun dengan menonjolkan potensi lokal di masing-masing daerahnya serta landmark goresan pena Gunungkidul Handayani sebagai ikon.

Pembangunan gapura menjadi kiprah DPU dan taman menjadi kiprah Kapedal.Konsep taman di perbatasan Gunungkidul-Klaten, akan ditampilkan dalam wujud patung caping yang tengah dibatik dengan canting, bentuk itu sesuai dengan potensi lokal yang ada di wilayah Ngawen.Gunungkidul Kembali Bangun Gerbang Selamat Datang Di Perbatasan Klaten Dan Sukoharjo�  Gunungkidul Kembali Bangun Gerbang Selamat Datang Di Perbatasan Klaten Dan SukoharjoSementara untuk gapura dan taman di perbatasan Gunungkidul-Sukoharjo, akan desain sesuai dengan potensi industri batu. Nantinya akan dipajang patung orang yang tengah memahat watu putih.

Pembangunan Gerbang Wisata Dengan Landmark Gunungkidul Handayani

Kepala kantor Pengendalian Dampak Lingkungan ( Kapedal) Gunungkidul, Irawan Jatmiko menyampaikan pembangunan gapura dan taman Gunungkidul dilaksanakan oleh dua SKPD, ialah Dinas Pekerjaan Umum ( DPU) dan Kapedal. DPU nantinya akan membangun gapura sementara Kapedal akan membangun taman untuk memperindahnya.

Selain membangun dua gapura dan taman, imbuhnya, pihaknya juga akan menuntaskan pembangunan taman di Patuk. Pemkab akan membebaskan lahan mulai dari komplek taman sesudah batas kabupaten sampai daerah gapura.

Sebagai gerbang masuk ke wilayah Gunungkidul, gapura selamat tiba dan taman yang berada di wilayah perbatasan Klaten dan Sukoharjo tersebut nantinya akan didesain bukan hanya sekadar embel-embel saja.

Keduanya akan dibangun dengan konsep yang mendukung dunia pariwisata serta landmark goresan pena Gunungkidul Handayani. Dengan begitu, keberadaannya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif lokasi wisata sebelum menuju obyek wisata utama. Sehingga dengan demikian Gunungkidul akan semakin dikenal di mata dunia.

 

Posted on

Korban Karam Di Pantai Kenoyojayan Kebumen Karenanya Ditemukan

Tim search and rescue (SAR) adonan menemukan jasad cowok asal Desa Tahunan, Kabupaten Jepara, yang menjadi korban karam di Pantai Kenoyojayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Korban atas nama Mafaqirul Huda dilaporkan karam di Pantai Kenoyojayan pada hari Rabu 30 Desember 2015 pukul 16.45 WIB.

 adonan menemukan jasad cowok asal Desa Tahunan Korban Tenggelam di Pantai Kenoyojayan Kebumen Akhirnya Ditemukan

Korban yang tercatat sebagai santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Kendal itu berada di Kebumen dalam rangka menghadiri resepsi janji nikah salah seorang rekannya di Desa Kaibon, Kecamatan Ambal.

Usai program resepsi, korban bersama empat rekannya menuju Pantai Kenoyojayan dengan memakai sepeda motor. Akan tetapi nahas, korban yang sedang mandi di pantai justru terseret gelombang tinggi sampai karenanya karam dan hilang.

Penemuan Korban Tenggelam di Pantai Kenoyojayan

Koordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono di Cilacap menyampaikan korban atas nama Mafaqirul Huda (21) ditemukan dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 WIB Sabtu (2/1/2015). Dengan ditemukannya korban Mafariqul Huda, kata dia, tim SAR adonan yang terlibat dalam operasi segera kembali ke pangkalan masing-masing.

Mulwahyono menjelaskan tim SAR pun segera mendatangi lokasi inovasi korban tenggelam yang berjarak sekitar 2 kilometer arah timur lokasi kejadian. Jasad korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kebumen untuk divisum. Mulwahyono juga menyatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing yang secara kebetulan melihat sesosok mayit tergeletak di pinggiran pantai Kaibon, Desa Kaibon, Kecamatan Ambal, Kebumen.

Selanjutnya, pemancing itu melaporkannya ke tim SAR adonan yang sedang melaksanakan operasi pencarian korban di sekitar lokasi kejadian, yaitu Pantai Kenoyojayan, Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal. Tim SAR adonan terdiri atas Basarnas Pos SAR Cilacap, PMI Kebumen, SAR Elang Perkasa, SAR Jepara, Polsek Ambal, Inafis Kebumen, BPBD Kebumen, dan keluarga korban.

Posted on

Kuliner Ekstrim Gunungkidul Kepompong Ulat Jati Ini Sangat Laris Di Pasaran

Di animo menyerupai ketika ini banyak pohon jati di makan oleh ulat jati. Ulat pohon jati yang biasa muncul ketika awal animo penghujan. Pohon jati yang berada di wilayah kecamatan gedangsari hampir semua terlihat cumpang-camping tergoda oleh ulat jati.

Di animo menyerupai ketika ini banyak pohon jati di makan oleh ulat jati Kuliner Ekstrim Gunungkidul Kepompong Ulat Jati Ini Sangat Laku Di Pasaran

Ulat jati di sebagian wilayah merupakan suatu hama yang menakutkan. namun di sebagian wilayah� ulat jati banyak disukai. Seperti warga masyarakat Gunungkidul kebanyakan menyukai kepompong ulat jati bahkan harga jualnya sangat tinggi perkilo gramnya di pasaran.

Jensi – Jenis Ulat Daun yang Enak Dimakan

Kepompong Ulat daun, yang biasa yummy dimakan ada dua jenis yaitu ulat jati dan ulat besi. Dua jenis ulat ini hampir sama jenisnya sama-sama makan daun. Dinamakan ulat jati alasannya ialah makan daun jati dan begitupun ulat besi dikatakan ulat besi alasannya ialah memakan daun besi.

Berbedaan ulat besi terletak pada ukuran dan warna ulat. ulat jati berwarna hitam sedangkan ulat besi berwarna hitam agak hijau. Ulat jati kalau ingin menjadi sebuah kepompong turun ke tanah dan menciptakan rumah kepompong di tanah. Sedangkan ulat besi menjadi kepompong hanya bergelantungan di daun tanpa membungkus diri.

Ulat yang menjijikkan bagi banyak orang. Namun, di Kabupaten Bojonegoro, sampai daerah Cepu, Blora, Jawa Tengah, Gunungkidul kepompong ulat bulu jati, yang disebut�entung�oleh penduduk daerah itu, dijual Rp 60-80 ribu per kilogram. Kepompong ulat jati itu biasanya dipakai untuk aneka macam hidangan masakan. Ditumis, dibentuk keripik, juga rica-rica pedas. Penjual membagi-baginya menjadi 100 gram seharga Rp 8.000.

Sebelum menjadi kepompong, warga merasa terganggu dengan banyaknya ulat bulu daun jati. Ulat bulu itu bahkan masuk ke pekarangan warga dan memakan daun-daun tanaman milik warga. Seperti yang terjadi di kecamatan Gedangsari Gunungkidul.

munculnya ulat jati merupakan siklus tahunan ketika animo hujan. Ulat itu akan hilang sendiri maksimal sehabis tiga pekan. �Ini siklus tahunan. sehabis itu ulat akan hilang dengan sendirinya.

Posted on

Menikmati Satu Lagi Pesona Bukit Cabaan Di Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul

Bukit Gunung Tugel atau Bukit Cabaan merupakan suatu formasi bukit yang terdapat di Provinsi Daerah spesial Yogyakarta. Lebih tepatnya di Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul. Bila dari kota Jogja, Anda� masih terus mengambil jalur ke timur ke arah kota Wonosari yang merupakan ibukota Kabupaten Gunungkidul. Dari ibukota Kabupaten, Gunung Tugel masih berjarak kurang lebih 40 km. Gunung Tugel yakni suatu bukit di Desa Mertelu yang hampir sama dengan bukit � bukit yang lain di sekitar kawasan tersebut. Pesona wisata yang menciptakan Gunung Tugel menjadi salah satu pilihan berlibur alternatif yang akan sanggup memulihkan pikiran maupun tubuh yakni mengenai pemandangan di sekitar Bukit� Gunung Tugel yang indah.

Puncak Bukit Gunung Tugel ini biasa juga disebut dengan Bukit Cabaan. Anda sanggup dimanjakan dengan adanya pemandangan kota Klaten yang terhampar luas di depan Bukit Gunung Tugel. Selain itu juga sanggup melihat sebuah rawa yang populer di Klaten (Rawa Jombor) dari atas bukit di Gunung Tugel. Kurang lengkap juga bila sanggup melihat dua gunung yang berada di persis di depan Gunung Tugel, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Saat cuaca sedang cerah, Anda� sanggup melihat sunrise dan sunset yang memukau di atas bukit Gunung Tugel. Hal tersebut merupakan salah satu daya tarik wisata, mengapa Gunung Tugel sanggup menjadi wisata alternatif. Banyak potensi wisata yang sanggup menjadi nilai pendukung Gunung Tugel untuk menarik wisatawan.

Bukit Gunung Tugel atau Bukit Cabaan merupakan suatu formasi bukit yang terdapat di Provin Menikmati Satu Lagi Pesona Bukit Cabaan Di Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul

Rute Menuju Bukit CabaanDari Jogja = lewat Pathuk, Sambipitu ambil kiri ke arahKecamatan Gedangsari, hingga Kantor Kecamatan Gedangsari ambil ke arah timur ke desa Mertelu. Sampai desa Mertelu, silakan ambil jalan ke SD Mertelu Baru. Basecamp untuk menitipkan motor ada dirumahnya Mbah Slamet. Dari Klaten/Solo =� Klaten lewat Wedi, lewat jalur ke Gantiwarno yang sebelah timur, keselatan arah kecamatan Gedangsari. Sampai Kantor Kecamatan Gedangsari ambil ke arah timur ke desa Mertelu. Sampai desa Mertelu, silakan ambil jalan ke SD Mertelu Baru.Pesona Bukit Cabaan

Bukit Gunung Tugel atau Bukit Cabaan merupakan suatu formasi bukit yang terdapat di Provin Menikmati Satu Lagi Pesona Bukit Cabaan Di Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul

Selain anda tiba pribadi ke bukit Cabaan Di Desa Mertelu ini, anda juga sanggup menikmati pesona bukit Cabaan dari Green Village Gedangsari. Bukit-bukitnya sudah menghijau oleh pepohonan yang bersemi. Adalah Pucak Bukit Cabaan atau disebut juga sebagai Gunung Tugel di sisi selatan. Menikmatinya sambil meluruskan kaki di gasebo-gasebo berdesain unik di puncak Green Village ini aku kira yakni cara terbaik melepaskan penat. Atau mau melempar lelah jauh ke jurang?

Anda akan dimanjakan dengan beraneka pemandangan alam yang sanggup dilihat dari atas bukit. Siapkan rencana Anda untuk bergegas mengatur aktivitas wisata alam ke Gunung Tugel. Berwisata tidak harus mahal, yang penting yakni Anda sanggup merasa pikiran segar dan tentunya dengan suguhan alamnya yang menawan.

Posted on

Semburan Seakan-Akan Lumpur Lapindo Hantui Sulawesi Utara

Semburan seolah-olah lumpur Lapindo di Sidoarjo tengah melanda Sulawesi Utara. Semburan lumpur panas yang awalnya ada di lokasi pengeboran PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, di kelurahan Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, sekarang terus meluas sampai ke Desa Leilem Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

Semburan seolah-olah lumpur Lapindo di Sidoarjo tengah melanda Sulawesi Utara Semburan Mirip Lumpur Lapindo Hantui Sulawesi Utara

Sesuai hasil penelitian, semburan lumpur panas tersebut tidak berbahaya atau tidak mengandung racun. Akan tetapi, Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono, yang meninjau lokasi tersebut, mengingatkan warga semoga tetap waspada dan jangan mendekati daerah semburan.

Kekhawatiran dan Kerugian Warga Desa Leilem

Semburan lumpur ini menciptakan khawatir warga. Sebab lokasi semburan lumpur panas itu bersahabat dengan sungai yang melewati desa Leilem. Akibatnya sungai dan sejumlah sumur air� higienis warga yang ada di desa Leilem II semenjak Minggu 3 Januari 2016 pagi, sudah berkembang menjadi kecokelatan.

Warga Leilem pun mulai merasa dirugikan sebab sungai yang biasa dipakai warga untuk mengairi perternakan babi, sekarang sudah tidak sanggup dipakai lagi. Perternak takut mengunakan air sungai itu, untuk membersihkan� kandang, apalagi sebagai air minum ternak babi.

Warga Desa Leilem berharap pihak terkait segera menuntaskan duduk kasus ini. Mereka juga meminta Pemkab Minahasa melihat pribadi kondisi daerah itu. Mereka juga meminta PGE segera mengatasi duduk kasus semburan lumpur ini dan melaksanakan penelitian terhadap sungai serta sumur warga di Desa Leilem sebab khawatir terkotori zat berbahaya.

Sekretaris Kota Tomohon Arnold Poli pada Senin (4/1), mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk memantau duduk kasus ini, dan memantau acara masyarakat semoga tidak samoai mendekati titik-titik semburan lumpur. Sedikitnya ada 5 titik semburan lumpur panas dan api yang terjadi di cluster 24 PGE Lahendong.

Posted on

Petani Di Kecamatan Gedangsari Diresahkan Dengan Hama Yang Menyerang Tanaman Padi

Para petani di Kecamatan Gedangsari ketika ini sedang diresahkan lantaran tumbuhan padi yang diserang oleh hama dan sangat sulit untuk dibasmi. Untuk mengatasi hal tersebut banyak sekali obat-obatan untuk membasmi hama tumbuhan padi telah dicoba namun tidak dapat sembuh.Oleh lantaran itu ketika ini para petani mencoba obat ramuan yang dibuatnya sendiri.

Para petani di Kecamatan Gedangsari ketika ini sedang diresahkan lantaran tumbuhan padi yang di Petani Di Kecamatan Gedangsari Diresahkan Dengan Hama Yang Menyerang Tanaman Padi

Akibat banyaknya penyakit tumbuhan padi yang menyerang tentu saja akan mensugesti hasil produksi gabah dan bahkan dapat menciptakan tumbuhan padi mati. Adapun beberapa penyakit tumbuhan padi yang sulit untuk dibasmi sebagai berikut.

Macam Macam Penyakit Tanaman Padi

Busuk Akar

Gejala dari penyakit ini ialah daun menguning serta coklat gelap. Penyakit bau akar ini disebabkan oleh Helminthosporium sigmoideum serta menginfeksi pada ketika tumbuhan masih muda. Fase awal tanda-tanda yang timbulkan ialah busuknya pelepah daun dan menjelma coklat, bercak menyebar dengan cepat pada buku-buku dan batang, tangkai menjadi lunak sehingga mengeluarkan bacin yang tidak enak. Agar tumbuhan padi tidak terjangkit penyakit bau akar, hal-hal yang perlu dihindari ialah jangan berlebihan dalam memakai unsur Nitrogen (Urea), atur jarak tanam supaya pangkal batang tidak terlalu lembab,� untuk menguatkan batang diharapkan penambahan unsur Kalium, perbaiki drainase sehingga tumbuhan tidak selalu tergenang serta menanam varietas yang tahan penyakit.

Penyakit Bergaris

Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas setariae. Gejala yang timbul ialah ditunjukkan oleh adanya garis-garis membujur (warna hijau gelap) pada akrab pangkal pelepah daun. Saat kawasan sekitar lembab bercak-bercak memanjang dan menyebar sepanjang pelepah dan pada helaian daun kemudian menjelma coklat gelap. Panjang 3-10 cm dan lebar 0,5-1 mm. Kadang-kadang menyatu dan membentuk garis-garis lebih lebar. Penyakit bergaris ini menyerang bibit padi, abses berat tumbuhan tetap tumbuh tetapi rusak sedangkan apabila terinfeksi berat menyebabkan bibit mati dan tumbuhan menjadi kerdil.

 

Posted on

Info Update Penutupan Sementara Susukan Jalan Menuju Pantai Nglambor

Dalam Rangka untuk perbaikan sarana dan prasarana wisata menuju Pantai Nglambor di Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Pemerintah Desa setempat memberitahukan bahwa ada penutupan susukan jalan sementara menuju Pantai Nglambor.

Dalam Rangka untuk perbaikan sarana dan prasarana wisata menuju Pantai Nglambor di Purwoda Info Update Penutupan Sementara Akses Jalan Menuju Pantai Nglambor

Diberitahukan dengan hormat dalam rangka pembangunan jalan menuju Kawasan Pantai nglambor susukan jalan untuk sementara ditutup mulai tanggal 5 Januari 2016 � 5 Februari 2016. Mohon Maaf atas Ketidaknyamannya dan atas kerjasamanya diucapkan banyak terimakasih.

Posted on

Kemolekan Pantai Nampu Bukit Indah Gunungkidul

Nama Pantai Nampu tampaknya juga dipakai untuk menamai daerah pantai yang berada di sebelah utara Pantai Wediombo Gunungkidul. Sebelumnya nama Pantai Nampu populer sebagai daerah wisata unggulan di kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Pantai Nampu Wediombo ini mempunyai daya tarik yang menyerupai dengan Pantai Wediombo alasannya yaitu bekerjsama merupakan satu daerah pantai yang mempunyai garis pantai yang sama. Daya tarik yang sedang dikembangkan yaitu panorama dari atas Bukit Indah dan daerah nelayan di Pantai Nampu Gunungkidul.

Nama Pantai Nampu tampaknya juga dipakai untuk menamai daerah pantai yang berada di se Kemolekan Pantai Nampu Bukit Indah Gunungkidul

Lokasi Pantai Nampu

Pantai Nampu dan Bukit Indah berada di dalam daerah wisata Pantai Wediombo, desa Jepitu, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Lokasi Pantai Nampu berada di sebelah utara daerah Pantai Wediombo. Ada dua cara menuju pantai ini, cara pertama melewati jalan pribadi menuju Bukit Indah dan Pantai Nampu yang gres saja dibuka dan cara kedua merupakan cara usang dengan menyisir ke arah utara dari Pantai Wediombo.

Bila pengunjung menentukan pribadi jalan menuju Bukit Indah Pantai Nampu, pengunjung akan mendapat beberapa keuntungan. Jarak perjalanan lebih singkat dan akan mendapat dua daya tarik wisata sekaligus yaitu pemandangan dari Bukit Indah dan keindahan Pantai Nampu Gunungkidul.

Nama Pantai Nampu tampaknya juga dipakai untuk menamai daerah pantai yang berada di se Kemolekan Pantai Nampu Bukit Indah Gunungkidul

Kemolekan Pantai Nampu Gunungkidul

Bukit Indah Pantai Nampu cukup bersahabat dengan area parkir dengan menyusuri jalan setapak tanah yang ada di dekatnya. Posisi terbaik menikmati pemandangan dari Bukit Indah yaitu pada sebuah tikungan jalan menurun yang terdapat pagar pengaman. Dari tempat tersebut pengunjung sanggup melihat pemandangan Pantai Wediombo dari atas bukit dimana garis pantainya membentuk menyerupai lingkaran sabit. Saat ini, sekitar Bukit Indah belum ada akomodasi pendukung alasannya yaitu gres saja dikembangkan menjadi daerah wisata.

Pemandangan Pantai Nampu Gunungkidul hampir sama dengan Pantai Wediombo alasannya yaitu terletak dalam garis pantai yang sama. Hal yang tidak dimiiliki Pantai Wediombo yaitu keberadaan bahtera nelayan di Pantai Nampu. Jumlah nelayan di daerah pantai ini hanya sedikit dan tidak sebanyak pantai nelayan lain di Gunungkidul. Hasil tangkapan mereka pribadi ditimbang di TPI Pantai Nampu Wediombo selanjutnya dibawa ke TPI� lebih besar menyerupai Pantai Sadeng dan Pantai Drini.

Secara keseluruhan Pantai Nampu Wediombo dan Bukit Indah menarik dijadikan tempat alternatif berwisata di sekitar Pantai wediombo dengan sudut pandang yang sedikit berbeda. Suasananya lebih sepi dan lebih higienis alasannya yaitu masih jarang pengunjung yang tiba ke tempat ini.

Posted on

Misteri Hilangnya Dr.Rica Di Jogja

Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2006 Rica Tri Handayani sekarang tengah dicari Polda DIY. Dokter asal Lampung itu hilang kontak semenjak Rabu, 30 Desember 2015 lalu. Tanggal 31 Desember 2015, Aditya Akbar Wicaksono melaporkan kepada Polda DIY bahwa istrinya, Rica Tri Handayani bersama anaknya Zafran.

 Rica Tri Handayani sekarang tengah dicari Polda DIY Misteri Hilangnya dr.Rica di Jogja

Kronologi Hilangnya dr.Rica

Rica akan menemui suaminya berjulukan Aditya Akbar Wicaksono di Jogja, namun semenjak dijemput sepupunya Rica tak diketahui keberadaanya sampai Minggu (3/1/2016). Ia sempat berpamitan kepada suaminya, Aditya Akbar Wicaksono, sebelum kesannya tidak dapat dihubungi.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY Komisaris Besar Hudit Wahyudi, Rica sempat berpamitan dengan kedua orangtua, kakak, adik dan suaminya. Rica, tiba mengunjungi suaminya yang sedang kuliah mengambil spesialisasi dokter bedah di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 12 Desember 2015.

Pada 29 Desember 2015, Rica dan Aditya berangkat ke Maguwoharjo, Sleman, untuk mengunjungi sepupu Adit dan tinggal di daerah tersebut. Namun, ketika 30 Desember 2015, Aditya yang sedang berada di RS Sardjito dihubungi kerabatnya bahwa istri dan anaknya telah meninggalkan rumah.

Informasi yang dihimpun Polda, sebelum menghilang Rica meninggalkan pesan. Hudit menyampaikan sebelum menghilang, dokter manis itu sempat meninggalkan pesan dalam secarik kertas sebagai bentuk pamitan kepada suaminya.

Rica juga menitipkan surat pada Aditya yang berisi permohonan maaf sebab tidak dapat bertemu langsung. Rica juga memberikan telah banyak peristiwa sebab sifat umat Islam yang tidak lagi sesuai akidah. Hudit Wahyudi juga menyebutkan telah membentuk 2 tim untuk mencari Rica.

Hudit menduga, wanita asal Lampung itu sudah merencanakan kepergian ini jauh-jauh hari. Hal itu terlihat dari isi surat yang cukup panjang. Dalam surat itu juga disertai dengan rincian keuangan. Namun, Rica menyatakan kepergiannya tidak terkait ISIS.

Posted on

Kartu Jamkesmas Akan Di Ganti Dengan Kis

Beberapa terobosan yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk meringankan beban masyarakat miskin wacana jaminan kesehatan. Di masa kepemimpinan SBY telah diluncurkan kegiatan BPJS dan kartu JAMKESMAS. BPJS ialah suatu kegiatan semacam asuransi kesehatan. Dimasa pemerintahan Jokowi telah diluncurkan dengan KIS.

Beberapa terobosan yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk meringankan beban masyarakat Kartu JAMKESMAS Akan Di Ganti Dengan KIS

Sedangkan JAMKESMAS merupakan jaminan kesehatan yang yang iuran setiap bulannya di tanggung oleh� pemerintah. Jika kita berobat dengan kartu ini� gratis dengan sarat memenuhi semua mekanisme yang telah di tentukan.Sedangkan di masa pemerintahan presiden joko widodo telah diluncurkan kartu KIS.

Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Secara Bertahap Akan Diganti

Sejak Kartu Indonesia Sehat (KIS) diluncurkan awal November lalu, muncul kesimpangsiuran bahwa�kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tidak berlaku lagi. Hal inilah yang mengakibatkan masyarakat Kecamatan Gedangsari bingung.

Menanggapi hal itu,� salah satu dari Puskesmas faskes tingkat 1 menyampaikan bahwa kartu BPJS Kesehatan tipe Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) secara sedikit demi sedikit akan diganti dengan Kartu�Indonesia Sehat (KIS). Sebelum kartu KIS diterima kartu jaminan yang usang masih berlaku

Saat ini sebagian kecil masyarakat di Kecamatan Gedangsari telah mendapatkan Kartu Indonesia Sehat. Kartu indonesia sehat yang telah di terima oleh masyarakat Gedangsari ini dikirim eksklusif dari jakarta di tujukan bagi kepala keluarga yang menerima kartu KIS.

Bagi masyarakat yang telah mendapatkan kartu KIS sanggup eksklusif dipakai untuk berobat di Rumah Sakit. Bagi yang telah menerima KIS maka kartu Jamkesmas secara otomatis sudah tidak berlaku lagi

Masyarakat yang belum menerima KIS dan mempunyai kartu jaminan maka sanggup tiba ke kantor Pos untuk mengganti kartu usang mereka ke kartu Indonesia sehat. Di sana mereka akan diminta untuk memperlihatkan KTP kemudian dikonfirmasi kepemilikan kartu Jamkesmas atau BPJS PBI yang mereka punya” katanya.

Posted on