Kerajinan Ukir Kerikil Alam Di Gedangsari

Di negara kita ini merupakan negara yang kaya akan potensi alam dan sumber banyak sekali materi alam untuk kebutuhan manusia. Salah satu materi alam yang sanggup dimanfaatkan sebagai materi dekorasi yakni kerikil alam yang banyak jenisnya. Misalnya kerikil candi dari Gunungkidul ini sanggup dibuat menjadi banyak sekali benda hias selain untuk materi bangunan. Warna dan tekstur serta alur-alur yang terdapat pada kerikil alam tersebut menjadi hal yang menarik untuk ditonjolkan.

Di negara kita ini merupakan negara yang kaya akan potensi alam dan sumber banyak sekali materi  Kerajinan Ukir Batu Alam Di Gedangsari

Batu alam lainnya yakni kerikil paras yang berasal dari Gunungkidul, biasanya digunakan untuk hiasan dengan cara dipahat dan dibuat relief atau patung. Adapun penampilan fisik dari kerikil paras ini yaitu ada yang berwarna krem, putih kecoklatan, putih kekuningan, beralur-alur dengan warna lebih gelap atau lebih jelas serta bertekstur indah.

Batu Alam Paras Sering Digunakan Oleh Para Perajin

Batu jenis ini merupakan kerikil alam yang sering digunakan oleh para perajin alasannya yakni kerikil ini tidak keras sehingga gampang dibentuk.Selain itu, benda kerajinan menyerupai patung ataupun bentuk dekorasi lain sanggup diperbanyak dengan dicetak. Karena itulah harganya sanggup lebih rendah daripada benda kerajinan kerikil yang dipahat satu persatu. Namun, tetap saja keindahan alami berupa tekstur dan alur-alur pada kerikil tidak sanggup ditiru oleh manusia. Penemuan materi yang penampilannya hampir sama dengan kerikil yang orisinil ini memperlihatkan kebebasan kepada konsumen untuk menentukan jenis kerikil yang dikehendaki.

 

Di Kecamatan Gedangsari khususnya di desa Hargomulyo terdapat beberapa orang pengrajin ukir kerikil alam. Seperti yang dilakukan oleh bapak Haris dari Dusun Jetis, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari ini sudah menekuni pekerjaan ini semenjak dulu. Pak Haris ini lebih banyak mengerjakan ukir yang berupa patung. Pak Haris hanya melayani pesanan saja dalam menciptakan patung kerikil alam ini.

Selain itu ada juga pengrajin ukir kerikil alam dari Dusun Balong, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari yang berjulukan pak Sukardi ia yakni pengrajin kerikil alam khusus untuk dekorasi rumah menyerupai lukisan dan ornamen-ornamen yang lainnya.

Posted on

Asyiknya Trip Jembatan Gantung Dewielok (Desa Wisata Jelok) Gunungkidul

Desa Wisata Jelok Gunungkidul Yogyakarta. Desa Wisata Jelok atau disingkat DEWIELOK terletak di Padukuhan Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul, Daerah spesial Yogyakarta. Tepatnya di Jl. Wonosari Km 25, sekitar 30 km arah Tenggara Kota Yogyakarta atau 15 km arah Barat kota Wonosari, Gunungkidul.

Desa Wisata Jelok mempunyai potensi yang luar biasa dalam mengemas paket wisata sebagai perpaduan upaya pelestarian lingkungan dan tradisi budaya lokal dengan semangat pluralitas, kebersamaan dan kegotongroyongan. Wisatawan sanggup menikmati wisata pendidikan (non formal), aneka petualangan, dan atraksi kesenian tradisional dengan suasana khas alam pedesaan.

Desa Wisata Jelok Gunungkidul Yogyakarta Asyiknya Trip  Jembatan Gantung DEWIELOK (Desa Wisata Jelok) Gunungkidul

Jembatan Gantung Desa Jelok Kaprikornus Favorit

Jembatan gantung artistik DEWIELOK di atas pedoman sungai merupakan lokasi favorit bagi para penggemar fotografi. Di sini juga terdapat komunitas mencar ilmu yang disebut Kampoeng Nusantara. Desa wisata yang berharap menjadi �Venesia-nya Indonesia� ini juga menyajikan paket khusus wisata Dinner on The River, sensasi menikmati makan malam (Romantic Dinner) di atas sungai dengan suguhan kuliner tradisional dan iringan musik etnik Jawa.

Bagi penggemar petualangan, susur Goa Cokakan sambil menikmati stalaktit dan stalakmit khas goa-goa karst Gunungkidul sanggup menjadi pilihan. Berbagai akomodasi menarik tersedia, salah satu yang terus dikembangkan ialah cottage unik kawasan menginap bagi wisatawan.

Jelok ialah konsep desa wisata yang berbasis masyarakat, budaya dan lingkungan. Wisata di kampung seluas 75 hektare ini dibagi menjadi wisata petualangan, yakni arung jeram, menangkap ikan, bersepeda, berkemah, outbond. Wisata pendidikan, membaca di perpustakaan, melukis, menggambar, bertani oragnik, menciptakan biogas, pupuk kompos dan arang. Sementara wisata budaya, ibarat pertunjukan merti kali, jathilan, macapat.Paling menarik di desa wisata jelok ini ialah penduduknya yang ramah. Anda sanggup bermalam di rumah warga, merasakan kuliner ala terbelakang yang dipetik dari sawah organik dengan biaya yang sangat murah, Rp50.000 per malam untuk 4 orang. Delapan pemandu wisatanya pun sangat ramah, mereka akan mefasilitasi wisata yang Anda pilih.Desa Wisata Jelok Gunungkidul Yogyakarta Asyiknya Trip  Jembatan Gantung DEWIELOK (Desa Wisata Jelok) GunungkidulPilihan Wisata Yang Ada Di Desa Jelok

1. Wisata Air : arung jeram, kano, rafting, dll2. Wisata Petualangan : susur goa, tracking sepeda.3. Wisata Budaya : adanya spel kesenian karawitan yang rutin di Desa Wisata Jelok4. Sarana outbound, makrab, bumi perkemahan (camping ground), penginapan.5. Sajian pemandangan dengan spot fotografi menawan.6. Romantic dinner dengan suasana Pedesaan.7. Jembatan gantung antik Jelok dan lika liku Sungai Oya.8. Wisata kuliner merasakan wader kali dan hidangan khas Gunungkidul.

Posted on

Usaha Jasa Penggilingan Padi Di Pedesaan

Di Indonesia padi merupakan sumber makanan yang utama, oleh alasannya ialah itu banyak para petani menanam padi untuk menghidupi keluarga ataupun untuk dijual. Konsumsi masyarakat Indonesia akan beras meningkat tiap tahunnya, hal ini mengakibatkan pemerintah harus mendatangkan beras dari negara lain.

Di Indonesia padi merupakan sumber makanan yang utama Usaha Jasa Penggilingan Padi Di Pedesaan

Namun jikalau perhatian pemerintah terhadap petani maksimal bekerjsama petani kita bisa mencukupi kebutuhan beras seluruh Indonesia. Kini banyak petani padi yang mengeluhkan harga pupuk yang mahal dan lainnya sehingga mereka harus menambah modal semoga tetap bisa bercocoktanam padi, hal ini yang menciptakan padi lokal terkadang lebih mahal dari padi impor, namun kualitas padi lokal terbukti lebih sehat alasannya ialah diolah sepenuh hati oleh petani kita.

Agar sanggup di konsumsi maka padi harus diolah terlebih dahulu, mulai dari di jemur kemudian di giling/ selep sehingga mendapat beras yang higienis kemudian terakhir sanggup dimasak. Banyaknya petani padi di Kecamatan Gedangsari bekerjsama membuka peluang perjuangan bagi anda yang tinggal di pedesaan yaitu jasa selep/ penggilingan padi. Penggilingan padi di rumahan sehingga petani yang ingin menggiling padi harus tiba dengan membawa sekian banyak karung padi untuk digiling.

Jasa Penggilingan Padi Rumahan

Seperti yang terdapat di Kecamatan Gedangsari telah banyak tersedia jasa penggilingan padi rumahan. Usaha ini bisa dibilang cukup bagus. Namun semua itu tergantung dengan pelanggan yang dimiliki oleh penyedia jasa penggilingan padi. Jika cara menggiling padi menghasilkan beras yang cantik maka pelanggan tentunya akan menentukan pada penggilingan yang cantik juga

Para penyedia jasa penggilingan padi di Kecamatan Gedangsari memasang tarif yang berbeda beda hal ini untuk menarik para pelanggan masing-masing. Namun secara umum para penyedia jasa penggilingan padi memasang tarif Rp500 per kg nya. Selain mendapat upah perkilo nya Rp 500 jasa penggilingan juga mendapat merang atau kulit padi yang juga laris untuk di jual.

Posted on

Sekolah Jadi Gudang, Hilangnya Kevin Aprilio Diduga Ikut Gafatar

Setelah dokter dan PNS hilang di Yogyakarta, kali ini giliran pelajar kelas 1 SMA, Ahmad Kevin Aprilio (16). Ia menghilang semenjak pergi dari rumah pada 26 November 2015 lalu. Home Schooling Gafatar kawasan Kevin sekolah pun ikut raib. Gedung sekolah tersebut berkembang menjadi gudang alat pertanian.

Setelah dokter dan PNS hilang di Yogyakarta Sekolah Makara Gudang, Hilangnya Kevin Aprilio Diduga Ikut Gafatar

Hal tersebut diketahui saat sang Ibu, Olivia Sandra Yunita berusaha mencari warta keberadaan Kevin ke sekolahannya. Namun sesampainya di sana, beliau terkejut melihat gedung sekolah milik Gafatar tersebut berkembang menjadi gudang.

Kronologi Hilangnya Kevin Aprilio

Menurut Maria Resubun, nenek Kevin, sebelumnya Kevin dan ayahnya berpamitan untuk pergi menjenguk kakek Kevin di Bima NTB yang sedang sakit. Namun sehari sehabis mereka pergi, handphone keduanya tidak dapat lagi dihubungi. Kevin hanya meninggalkan sepucut surat yang ditujukan kepada pengurus Gafatar.

Maria mengatakan, relasi kedua orangtua Kevin berjalan baik meski sang ayah tidak tinggal serumah. Sang ayah juga sering mengajak Kevin pergi dan selalu diantar pulang kembali. Ajakan terakhir terjadi pada November 2015 lalu.

Maria menyampaikan Kevin yang tingal di Jetis, Sinduadi, Sleman, meninggalkan sepucuk surat. Namun, surat tersebut bukan ditujukan untuk sang ibu, Olivia Sandra Yunita, melainkan ditujukan kepada pengurus Organisasi Masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Yogyakarta.

Maria Resubun menjelaskan Kevin semula ialah anak yang rajin beribadah. Dia bahkan tidak pernah meninggalkan salat waktu. Namun semenjak sering pergi bersama ayahnya, Kevin berubah. Maria pun meyakini jikalau Kevin sudah dicuci otaknya oleh sang ayah,�Sanggar Yamin yang merupakan pengurus Gafatar di Yogyakarta.

Tidak hanya itu, dua teman Kevin yang satu sekolah pun juga turut menghilang. Maria menjelaskan seminggu sehabis itu, ibu kandung Kevin pun melapor ke Polda DIY. Namun alasannya ialah tidak cukup bukti, ia dan ibu Kevin kembali melapor 2 ahad sehabis laporan pertama.

Posted on

Serunya Jelajah Hutan Susila Wonosadi Di Gunungkidul

Kabupaten Gunung kidul banyak memperlihatkan tempat tempat wisata bahkan kulinernya juga terasa nikmat, namun tidak ada salahnya anda meluangkan waktu untuk mengunjungi salah satu tempat wisata yang berkonsep desa wisata di Gunungkidul ini. Konsep desa wisata pun di Gunung kidul sudah banyak dengan mengedepankan ciri khas masing-masing, ada yang berupa kerajinan topeng kayu menyerupai halnya desa Bobung, kemudian kerikil kapurnya, dan masih banyak lagi keunggulan masing masing desa wisata tersebut. Salah satu desa wisata yang mempunyai ciri khas lain yakni mengedepankan konservasi alam� ialah Desa wisata Wonosadi.

Kabupaten Gunung kidul banyak memperlihatkan tempat tempat wisata bahkan kulinernya juga teras Serunya Jelajah Hutan Adat Wonosadi Di Gunungkidul

Ketekunan masyarakat dalam pelestarian lingkungan telah menimbulkan Hutan Adat Wonosadi sebagai kenyamanan bagi aneka tanaman dan fauna. Hutan seluas 25 hektar di Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul. Ini menarik dijadikan laboratorium alam, sehabis sebelumnya daerah ini diresmikan sebagai desa wisata, alasannya di sana ada puluhan jenis tanaman dan binatang langka. Mereka hidup nyaman dalam rimbunnya pepohonan yang di antaranya telah berusia ratusan tahun.

Jelajah Hutan Wonosadi

Menelusuri sampai puncak Hutan Wonosadi akan mendapati sejumlah pohon bau tanah berusia lebih dari 200 tahun. Di sekitar hutan, bebatuan vulkanik dari gunung api purba menjadi daya tarik daerah ini sebagai desa wisata. Kita juga sanggup menikmati pegunungan pandang di sisi kanan dikala hendak turun dari puncak. Selain itu, rangkaian bukit-bukit karst yang terlihat dikala melangkah semakin turun menambah bervariasinya nilai estetika di sana.

Kabupaten Gunung kidul banyak memperlihatkan tempat tempat wisata bahkan kulinernya juga teras Serunya Jelajah Hutan Adat Wonosadi Di Gunungkidul

Hingga sekarang, masyarakat masih memercayai bahwa Hutan Wonosadi mempunyai nilai keramat. Hal itu ditandai dengan masih beredarnya dongeng masa kemudian yang bebuyutan sampai sekarang. Cerita berawal dari Onggoloco, yaitu putra salah seorang selir Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri dari kejaran pasukan Kerajaan Demak, pernah bertapa di daerah Hutan Wonosadi. Onggoloco dikenal mempunyai ilmu kebatinan tinggi. Dalam pertapaannya, Onggoloco menciptakan hutan biar penduduk setempat tak kekurangan air lagi. Cerita itu memunculkan penamaan hutan ini, di mana Wonosadi berasal dari kata �wono� yang berarti �alas/Hutan� dan �sadi� yang mengandung arti �sandi/rahasia�. Ceritanya sampai dikala ini diam-diam sandi tersebut belum terungkap.

Posted on

13 Napi Lapas Abepura Kabur, Polisi Fokus Lakukan Pengejaran

Kepolisian Daerah Papua menawarkan batas waktu sampai 1 ahad ke depan, kepada 13 narapidana yang melarikan diri dari Lapas Abepura pada 8 Januari 2016. 7 Petugas jaga atau sipir Lapas Abepura diperiksa penyidik Polresta Jayapura.

Kepolisian Daerah Papua menawarkan batas waktu sampai  13 Napi Lapas Abepura Kabur, Polisi Fokus Lakukan Pengejaran

Ketujuh sipir itu berinisial TFR (27), HR (24),MR (25), IH (20), IR (25), SB (25) dan T. Saat kejadian, mereka sedang melaksanakan kiprah piket. 7 Sipir terdiri 4 wanita dan 3 lainnya laki-laki. Dalam melaksanakan pengejaran, polisi juga telah berkoordinasi dengan TNI, Kumham, dan Lapas Abepura.

Pasca Kaburnya 13 Narapidana Lapas Abepura

Pasca kaburnya 13 narapidana, masyarakat di sekitar Abepura dan Jayapura menjalankan aktifitas ibarat biasanya. Kapolda Waterpauw pun meminta warga untuk tak terpengaruh dengan kaburnya 13 narapidana, dan kalau melihat orang gres yang mencurigakan cukup melaporkan ke aparat.

Sementara di Lapas Abepura Klas II A dilakukan pengamanan ketat, dengan meminta dukungan kepolisian membantu melaksanakan pengamanan. Asisten II Setda Papua Ely Loupatti mengimbau biar masyarakat di Papua tetap mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat, dan tetap melaksanakan aktifitas ibarat biasa.

Polisi juga telah mengerahkan 3 kompi Brimob untuk melaksanakan pengejaran.� Dalam pantauan alat deteksi Polda Papua, 13 napi ini masih berada di sekitar Kota Jayapura.Sejumlah tempat juga diwaspadai secara khusus, alasannya diduga sebagai tempat persembunyian mereka.

Sekitar kawasan Kota Jayapura, Keerom, Muara Tami kawasan yang berbatasan dengan Papua Nugini dan Sentani juga menjadi kawasan yang fokus untuk pengejaran ini. Sebelumnya, pihak lapas menyebut ada 14 tahanan dan napi yang melarikan diri. Namun, sesudah melaksanakan pendataan ulang dengan kepolisian, jumlah tahanan dan napi yang kabur ada 13 orang.

Senin siang kemarin Paulus, Pangdam Cenderawasih, dan para pemangku kepentingan akan bertemu di Mapolda Papua untuk membahas aneka macam problem yang terjadi belakangan ini di provinsi paling timur itu, termasuk para narapidana yang kabur Jumat pekan kemudian itu.

Posted on

Sri Sultan Hamengku Buwono X Dukung Gedangsari Sebagai Pusat Batik Gunungkidul

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dukungannya pada rencana Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengakibatkan Kecamatan Gedangsari sebagai pusat batik Gunungkidul. Karena Kecamatan Gedangsari sudah mempunyai sebuah karya batik ialah batik walang.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dukungannya pada rencana Pemerintah K Sri Sultan Hamengku Buwono X Dukung Gedangsari sebagai Sentra Batik Gunungkidul

�Berbagai kajian akademis dan penelitian empiris telah menandakan keabsahan tesis bahwa pendidikan memperlihatkan bantuan signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Pendidikan bukan saja melahirkan SDM berkualitas, tetapi juga menumbuhkan iklim yang sehat dan aman bagi pertumbuhan ekonomi,� ujar Gubernur DIY dikala bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Rasyid Baswedan, meresmikan Gedung Sekolah Menengah kejuruan Negeri 2 Gedangsari Jurusan Tata Busana Butik Batik di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul.

Investasi Di Bidang Pendidikan

SMK Negeri 2 Gedangsari Jurusan Tata Busana Butik Batik memperoleh dukungan dari PT. Astra Internasional Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra. Sekolah Menengah kejuruan Negri 2 Gedangsar merupakan sekolah satu satunya yang berada di gedangsari yang mempunyai jurusan butik batik.

�Investasi di bidang pendidikan tidak saja berfaedah bagi perseorangan, tetapi juga komunitas bisnis dan masyarakat khususnya dimasarakat tegal rejo. Gubernur DIY mengucapkan banyak terima kasih kepad PT Astra Internasional Tbk yang telah memberi dukungan berupa sekolahan butik.

Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan, masih ada kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha, sehingga perlu didekatkan antara lain dengan model pengembangan pendidikan Sekolah Menengah kejuruan yang diselaraskan dengan kondisi kawasan setempat.

�Pengembangannya akan berbeda contohnya di Kalimantan Timur pengembangan anyaman, Bogor pertanian. Jadi, diubahsuaikan potensi daerah-daerah. Kualifikasi guru juga harus ditingkatkan, sasaran kualifikasi kini ini 7, tetapi kenyataannya gres mencapai 4,6,� jelas Anies.

Penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita dilakukan Anies Baswedan, didampingi Gubernur DIY, Bupati Gunungkidul Badingah, Direktur Astra Tbk Djoko Pranoto, dan perwakilan yayasan Astra Michael D. Ruslim Trisni Puspaningtyas.

Posted on

Pesona Pantai Ngedan Gunungkidul Dari Atas Tebing Irung Gareng

Pantai Ngedan atau sering juga disebut pantai Ngeden masih terdengar absurd ditelinga para wisatawan lokal Jogja, walau sudah awal bulan Februari 2015 resmi dibuka. Memiliki keindahan yang agak berbeda dari pantai Gunungkidul lainnya menciptakan pantai ini akan segera naik daun.

Pantai Ngedan, pantai yang terletak di Dusun Bedalo, Desa Krambit Sawit, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul atau tepatnya pantai ini berada di sebelah timurnya pantai Gesing. Ternyata mengunjungi daerah pantai ini kita sanggup melihat 3 pantai kecil sekaligus, Pantai Ngedan yang menjadi objek utama daerah ini, mempunyai pasir yang luas dan cocok untuk bermain air.

Pantai Ngedan atau sering juga disebut pantai Ngeden masih terdengar absurd ditelinga para  Pesona Pantai Ngedan Gunungkidul Dari Atas Tebing Irung Gareng

Di sebelah baratnya ada pantai Jugala yang terdiri dari bongkahan batu-batu karang kecil warnah putih seukuran bola tenis hingga bola kaki. Pantai yang ketiga yakni pantai Ngelimun yang didominasi oleh batuan karang dan watu batu karang lingkaran dalam banyak sekali ukuran, pantai ini mempunyai sedikit pasir. Namun disini objeknya bukan hanya bermain air di pantai, kita juga sanggup menikmati panorama bahari dan pegunungan karst Gunungkidul dari bukit-bukit di sekitar pantai Ngedan. Salah satunya yang disebut Tebing Irung Gareng.

Pesona Pantai Ngedan Dari Tebing Irung Gareng

Dari parkiran pantai Ngedan, ada dua susukan jalan. Akses menuju ke pantai bagi yang ingin menikmati dan bermain air di Pantai dan susukan satu lagi menuju gardu pandang bukit pinggir pantai Ngedan. Yah memang pemandangan padang rumput dengan tumbuhan pohon pandan bahari dan kelapa, juga terdapat perbukitan karst khas gunungkidul yang bukitnya juga ditumbuhi rumput-rumput liar sehingga jikalau kita memandang sekitar pantai Ngedan ini serasa bukan di Gunungkidul . Konon, pemandangan Pantai Ngedan tidak kalah dengan pemandangan pantai di Pulau Bali bahkan Pulau Lombok sekalipun.

Pantai Ngedan atau sering juga disebut pantai Ngeden masih terdengar absurd ditelinga para  Pesona Pantai Ngedan Gunungkidul Dari Atas Tebing Irung Gareng

Jika kita menepi ke arah bahari kita sanggup melihat tepi bukit yang unik, bahkan jikalau di dasar tebing paling bawah terdapat lubang akhir terus menerus ditabrak ombak, entah berapa dalam lubang tersebut, ombak yang masuk kedalam tebing tersebut sekitar 7-10 detik keluar kembali kelautan.

 

Posted on

Sltpn3 Gedangsari Menawarkan Motivasi Kelas Sembilan Bersama Wali Murid Untuk Menghadapi Ujian Selesai Nasional

Mendengar kata Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas IX merupakan hal yang penuh dengan persaingan dan perjuangan. Bahkan, sebagian siswa menganggap Ujian Nasional ialah hal yang menakutkan. Namun, Ujian Nasional harus dilalui para penerima didik kelas IX sebagai penentu kelulusan jenjang SLTP.

 bagi siswa kelas IX merupakan hal yang penuh dengan persaingan dan usaha SLTPN3 Gedangsari Memberikan Motivasi Kelas Sembilan Bersama Wali Murid Untuk Menghadapi Ujian Akhir Nasional

Dalam kenyataannya banyak siswa merasa tidak percaya diri sanggup meraih hasil ujian nasional yang tinggi. Bahkan sebagian siswa merasa tidak bisa bersaing dengan temannya. Tentu saja dilema tersebut harus dipatahkan supaya semua siswa sanggup meraih hasil ujian nasional yang maksimal. Saat ini, para siswa tidak hanya dituntut untuk lulus ujian nasional, tetapi untuk mendapat hasil yang tinggi. Hasil ujian nasional yang tinggi sangat dibutuhkan untuk menghadapi sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

�Motivasi Ujian Nasional

Dalam menghadapi Ujian Nasional SLTPN3 Gedangsari mengumpulkan wali murid beserta murid di aula SLTPN3 Gedangsari dalam rangka menawarkan motivasi murid kelas 9 dan memotivasi wali murid supaya memotivasi anaknya supaya bisa terus berguru untuk menghadapi ujian.

Acar ini berlangsung di aula SLTPN3 Gedangsari dengan lesehan dimulai kurang lebih pukul delapan. jumlah penerima yang hadir pada program ini dua ratus sembilan puluh orang yaitu dari murid dan wali murid kelas sembilan. Dalam program tunjangan motivasi ini di isi oleh bapak ibu guru SLTP3 Gedangsari. Acara selesai kurang lebih pada pukul satu siang. Sebelum program selesai wali murid dipulangkan terlebih dahulu.

Acara ini ialah sebuah terobosan yang sangat anggun dari kepala sekolah SLTP3 Gedangsari, untuk menyukseskan ujian nasional yang akan datang. Langkah ini merupakan sebuah langkah untuk menjalin komunikasi dan kerjasama antara sekolah, murid dan walimurid.Dengan terbentuknya kerjasama yang anggun antara sekolahan, murid dan wali murid maka akan tercipta berguru yang sukses.

Posted on

57 Harimau Sumatera Turun Gunung Ancam Warga Bengkulu

Konflik antara harimau sumatera dengan penduduk lima tahun terakhir ini banyak terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Bengkulu. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) memperkirakan dikala ini sedikitnya 57 ekor Harimau Sumatra (Panthera tigris Sumatrae) tengah turun dari gunung.

Konflik antara harimau sumatera dengan penduduk lima tahun terakhir ini banyak terjadi di  57 Harimau Sumatera Turun Gunung Ancam Warga Bengkulu

Dari 57 harimau turun gunung di Provinsi Bengkulu itu, rinciannya, 40 ekor berkeliaran di wilayah Hutan Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong, dan Rejang Lebong. 12 ekor berkeliaran di wilayah hutan Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Tengah dan Seluma. Dan 5 ekor lagi berkeliaran di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur.

Konflik Antara Manusia dan Harimau

Walhi mencatat konflik antara insan dan harimau di sekitar tempat Semidang Bukit Kabu cukup tinggi. Dalam 2 tahun terakhir ada 7 warga yang dimangsa harimau yakni 5 orang warga desa Sekalak dan 2 orang warga Desa Talang Beringin.

Tidak hanya itu harimau juga mengancam masyarakat di desa sekitar Taman� Buru Semidang Bukit Kabu, yaitu; Desa Lubuk Resam, Talang Beringin, Puguk, Sekalak di Kabupaten Seluma dan desa Kuta Nyiur di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Pemicu konflik manusia-harimau ini disebabkan rusaknya habitat tempat hidup dan berkembangnya Harimau Sumatra, kerusakan terparah terjadi di Taman Buru Semidang Bukit Kabu di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Seluma yang merupakan salah satu habitat kunci Harimau Sumatera.

Semidang bukit kabu mengalami kerusakan yang cukup parah. Luas Semidang Bukit Kabu tercatat 9.035 ha dan 75% diantanranya rusak dan gundul. Kerusakan Semidang Bukit Kabu tidak lepas dari perusahaan tambang batubara yang ada disekitarnya.

Kerusakan tempat hutan telah mencapai 26,7% dari total luas yang ada. Yang meliputi Hutan Konservasi, Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi yang terdapat di 9 Kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Posted on