Demi mencegah terulangnya kembali agresi teror di daerah Thamrin yang terjadi pada 14 Januari 2016 kemarin, pengamanan Jakarta, khususnya di sentra perbelanjaan dan perkantoran ditingkatkan 2 kali lipat. Lokasi bom dan serangan penembakan di Sarinah sudah disterilisasi oleh garis polisi yang membentang.

Demi mencegah terulangnya kembali agresi teror di daerah Thamrin yang terjadi pada  Pasca-Teror Jakarta, Malaysia Dan Singapura Siaga

Lokasi bom dan serangan penembakan di Sarinah, ialah pos polisi dan Starbucks Coffee Gedung Djakarta Theatre XXI. Selain itu, personel kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia terlihat berjaga serta mengelilingi gedung. Dua lokasi´┐Żbom dan penembakan di Sarinah Thamrin ini pun masih menyita perhatian warga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan, dengan terjadinya tragedi berdarah di jantung Ibu Kota, Polda Metro Jaya menurunkan sepertiga dari seluruh jumlah personel yang berdinas. Sisanya bersiaga di komando (markas) untuk diperbantukan ke lapangan.

Malaysia dan Singapura Siaga

Kepala Polisi Malaysia Khalid Abu Bakar menyampaikan polisi meningkatkan kesiagaan ke level tertinggi menyusul serangan teror yang melanda Jakarta. Kepala Polisi Malaysia Khalid Abu Bakar menambahkan pengamanan ditingkatkan di tempat umum, menyerupai mal dan tempat tujuan wisata.

Aparat Malaysia sejauh ini telah menahan lebih dari 150 tersangka yang terkait ISIS dalam kurun waktu 2 tahun, termasuk mereka yang diduga merencanakan serangan di area strategis di Kuala Lumpur. Sementara itu, dari Singapura, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengutuk keras serangan teror di Jakarta.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong menegaskan negaranya akan memberi pertolongan kepada pemerintah Indonesia untuk menyeret pelakunya ke depan pengadilan. Negeri Singa juga telah meningkatkan pengamanan, menyusul serangan di Jakarta.

Serangan teror di Jakarta ditanggapi serius oleh warga Singapura. Pihak angkatan bersenjata mengungkapkan tentara yang bertugas akan melaksanakan pengecekan pelengkap untuk merespons kegiatan mencurigakan.