Semburan seolah-olah lumpur Lapindo di Sidoarjo tengah melanda Sulawesi Utara. Semburan lumpur panas yang awalnya ada di lokasi pengeboran PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, di kelurahan Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, sekarang terus meluas sampai ke Desa Leilem Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

Semburan seolah-olah lumpur Lapindo di Sidoarjo tengah melanda Sulawesi Utara Semburan Mirip Lumpur Lapindo Hantui Sulawesi Utara

Sesuai hasil penelitian, semburan lumpur panas tersebut tidak berbahaya atau tidak mengandung racun. Akan tetapi, Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono, yang meninjau lokasi tersebut, mengingatkan warga semoga tetap waspada dan jangan mendekati daerah semburan.

Kekhawatiran dan Kerugian Warga Desa Leilem

Semburan lumpur ini menciptakan khawatir warga. Sebab lokasi semburan lumpur panas itu bersahabat dengan sungai yang melewati desa Leilem. Akibatnya sungai dan sejumlah sumur air� higienis warga yang ada di desa Leilem II semenjak Minggu 3 Januari 2016 pagi, sudah berkembang menjadi kecokelatan.

Warga Leilem pun mulai merasa dirugikan sebab sungai yang biasa dipakai warga untuk mengairi perternakan babi, sekarang sudah tidak sanggup dipakai lagi. Perternak takut mengunakan air sungai itu, untuk membersihkan� kandang, apalagi sebagai air minum ternak babi.

Warga Desa Leilem berharap pihak terkait segera menuntaskan duduk kasus ini. Mereka juga meminta Pemkab Minahasa melihat pribadi kondisi daerah itu. Mereka juga meminta PGE segera mengatasi duduk kasus semburan lumpur ini dan melaksanakan penelitian terhadap sungai serta sumur warga di Desa Leilem sebab khawatir terkotori zat berbahaya.

Sekretaris Kota Tomohon Arnold Poli pada Senin (4/1), mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk memantau duduk kasus ini, dan memantau acara masyarakat semoga tidak samoai mendekati titik-titik semburan lumpur. Sedikitnya ada 5 titik semburan lumpur panas dan api yang terjadi di cluster 24 PGE Lahendong.