Gunung Bromo di Jawa Timur masih bererupsi. Aktivitas vulkanik Gunung Bromo tersebut cukup tinggi dan berada di status Siaga atau Level III. Kenaikan status´┐ŻGunung Bromo ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) semenjak 4 Desember 2015 pukul 14.00 WIB.

Gunung Bromo di Jawa Timur masih bererupsi Status Siaga, Bromo Aktif Semburkan Abu Vulkanik

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan semburan awan kelabu itu mencapai 1.500 meter. Oleh sebab itu pula, ia mengimbau masyarakat sekitar tak memasuki daerah dalam radius 2,5 km dari kawah aktif Gunung yang mempunyai ketinggian 2.329 mdpl tersebut.

Dia juga mengatakan, menurut Pos Pengamatan Gunung Bromo Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada pukul 00.00-06.00 WIB tadi, cuaca dan kondisi angin di Bromo relatif terang. Gunung itu nampak jelas. Meski debu vulkanik kelabu-kecokelatan juga masih terlihat di sekitarnya.

Dia menjelaskan, sifat letusan Gunung Bromo yakni strombolian dengan letusan-letusan kecil yang tidak begitu kuat, namun terus-menerus. Material yang dimuntahkan pun berupa material padat, gas, dan batu. Sementara eksplosivitasnya rendah.

Menurut dia, bunyi gemuruh lemah masih terdengar dari kawah. Tremor amax berkisar 4-28 milimeter. Secara visual, lanjut dia, gunung bitu mengeluarkan asap solfatara putih tipis cenderung tebal dengan tekanan lemah yang mengarah ke barat sampai barat daya.

Menyusul lalu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup objek wisata kawah gunung Bromo tersebut. Meski begitu acara Bandara Abdulrachman Saleh di Malang, Jatim, berangsung normal semenjak dibuka pada Senin pagi 14 Desember 2015.

Sebelumnya, terkait dengan meningkatnya acara Gunung Bromo, rencana kontinjensi menghadapi erupsi Gunung Bromo segera diselesaikan di 5 kabupaten/kota yang berada di Gunung Bromo yaitu Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Kota Malang.