Atlet Berprestasi Tingkat Asia Dikontrak Jadi Tenaga Kebersihan

Menjadi seorang atlet berprestasi tentunya menjadi idaman setiap orang. Selain membanggakan keluarga, menjadi atlet populer sampai ke tingkat Asia secara tidak eksklusif pastinya sangat kuat pada Tanah Air, alasannya sanggup mengharumkan nama bangsa.

Menjadi seorang atlet berprestasi tentunya menjadi idaman setiap orang Atlet Berprestasi Tingkat Asia Dikontrak Kaprikornus Tenaga Kebersihan

Menjadi atlet populer pada umumnya selalu lekat dengan kemewahan ataupun segi material yang berlimpah. Namun lain halnya yang dirasakan oleh Ni Putu Renika Sari. Ni Putu Renika Sari yakni atlet panjat tebing yang berasal dari Lingkungan Sawe, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali.

Di tingkat Asia, Renika Sari tercatat sebagai atlet panjat tebing berprestasi. Meskipun berprestasi, perempuan 25 tahun itu tak mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Peraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu dalam ASIA Youth Cup tahun 2009 di Denpasar itu hidup dalam kesederhanaan.

Kisah Hidup Ni Putu Renika Sari

Sebagai atlet panjat tebing berprestasi yang disandangnya, ia justru menjadi tukang sapu di taman rekreasi Gedung Kesenian Bung Karno milik Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali. Kata Renika, Pemkab Jembrana memberikannya pekerjaan sebagai tenaga kontrak kebersihan semenjak tahun 2014. Sebelumnya, ia bekerja sebagai tenaga serabutan yang penghasilannya tidak lebih Rp 50 ribu per hari.

Renika yang merupakan alumni Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Negara itu hidup bersama ibunya di rumah milik neneknya. Ia berusaha keras mencukupi kebutuhan hidup dengan menyapu. Walaupun setiap pagi dan sore menyapu di lahan yang cukup luas itu, ia tetap berusaha membagi waktu untuk fokus latihan memanjat.

Ni Putu Renika Sari mengaku sangat jarang ada waktu bermain menyerupai dewasa lainnya, alasannya setiap hari harus bekerja. Pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB, ia biasanya latihan bersama belasan atlet lain di Stadion Pecangakan-Jembrana sampai pukul 21.00 WITA. Dia juga mengajar memanjat kepada junior.

Posted on

Kecelakaan Tragis, Krl Hantam Kendaraan Beroda Empat Avanza Di Tanah Kusir

Setelah kabar mengejutkan jatuhnya pesawat tempur T-50i Golden Eagle di Yogyakarta, sekarang kecelakaan terjadi antara Kereta Rel Listrik (KRL) dengan kendaraan beroda empat Avanza di perlintasan kereta api TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Setelah kabar mengejutkan jatuhnya pesawat tempur T Kecelakaan Tragis, KRL Hantam Mobil Avanza di Tanah Kusir

Tabrakan antara KRL jurusan Tanah Abang-Parung Panjang dengan kendaraan beroda empat bernomor polisi B 1165 TOB tersebut, terjadi sekitar pukul 16.10 WIB, Jakarta Selatan, Jumat (25/12/2015). Saat ini petugas sudah memindahkan kendaraan beroda empat tersebut.

Kronologi Tabrakan KRL Dengan Mobil Avanza

Manager Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunnisa menyampaikan info awal pukul 16.00 WIB KA 1986 hubungan Tanah Abang-Parung Panjang loop 58 ditabrak sebuah kendaraan beroda empat Avanza di pelintasan liar Km 16+00. Pelintasan liar tersebut berada antara Stasiun Kebayoran dan Pondok Ranji.

Eva Chairunnisa juga menuturkan, mobil Avanza menghantam Commuter Line hingga mengakibatkan pintu di salah satu gerbong penumpang mengalami kerusakan. Begitu pun kendaraan beroda empat Avanza juga rusak berat akhir benturan keras tersebut.

Asisten Manajer Komunikasi PT KCJ Adli Hakim menambahkan, Commuter Line telah dibawa ke Stasiun Serpong untuk diperbaiki. Selain itu, penumpang telah dievakuasi di Stasiun Serpong untuk melanjutkan perjalanannya hingga ke Parung Panjang.

Dalam kecelakaan ini tidak menjadikan adanya korban jiwa. Namun sang sopir dan penumpang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Mobil Avanza tersebut mengangkut 5 orang. Menurut salah seorang keterangan saksi, penjaga perlintasan telah memberitahukan kereta akan melintas.

Saksi itu pun memberhentikan kendaraan, namun kendaraan beroda empat itu melaju hingga terjadi kecelakaan. Akibatnya, kendaraan beroda empat tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, kendaraan beroda empat tersebut sempat terlempar dan terbalik sesudah terhantam KRL yang melintas. Dari Twitter @TMCPoldaMetro, didapat kecelakaan kereta di pelintasan liar antara KRL dan kendaraan beroda empat Toyota Avanza.

Posted on

Polsek Sinak Papua Diserang Kelompok Otk, 3 Polisi Tewas Seketika

Warga Papua dikejutkan oleh penyerangan kelompok orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (27/12/2015) malam tepatnya sekitar pukul 20.45 WIT. Penyerangan itu terjadi di Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua. Penyerangan kelompok OTK tersebut menewaskan 3 anggota kepolisian.

Warga Papua dikejutkan oleh penyerangan kelompok orang tak dikenal  Polsek Sinak Papua Diserang Kelompok OTK, 3 Polisi Tewas Seketika

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw sempat menyampaikan bahwa penyerangan yang terjadi Minggu malam sekitar pukul 20.45 WIT itu menjadikan tiga anggota kepolisian meninggal dunia dan dua luka-luka serta 7 pucuk senpi hilang.

Anggota kepolisian yang tewas yaitu Briptu Ridho, Bripda Arman, dan Bripda Ilham. Sementara yang mengalami luka tembak yaitu Briptu Suma dan Bripda Rian. Sedangkan 7 senjata yang hilang, yakni jenis Ak 47 dan SS 1 masing masing 2 pucuk, serta jenis senjata api laras panjang atau moser 3 pucuk, beserta amunisi 1 peti.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw juga menjelaskan bahwa polsek yang ketika itu dijaga lima dari 8 polisi diserang kelompok tak dikenal dari belakang kantor polisi tersebut.

Pesawat Kapolda Papua Juga Diserang

Setelah mendengar kabar penyerangan di Polsek Sinak Papua, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw eksklusif berangkat ke lokasi kejadian. Namun, di tengah perjalanan, pesawat twin otter milik Trigana yang membawa rombongan Kapolda justru diserang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.15 WIT.

Kapolres Jayawijaya AKBP Semmy sempat menjelaskan bahwa kabar aksi penyerangan pesawat Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw tersebut memang benar terjadi. Kapolres Jayawijaya AKBP Semmy mengatakan, pesawat Trigana itu ketika ini dalam perjalanan kembali ke Wamena.

Untuk mayat dan para korban luka dalam agresi penyerangan di Polsek Sinak Papua tersebut, sampai ketika ini masih berada di Koramil Sinak yang berjarak yang berjarak sekitar 100-150 meter dari Polsek Sinak Papua.

Posted on

Jokowi Resmikan Gedung Gres Komisi Pemberantasan Korupsi Berkonsep Super Keren

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jadinya bisa menikmati nyamannya gedungnya sendiri. Presiden Jokowi meresmikan gedung ‘Merah Putih’ di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2015). Jokowi pun punya impian khusus bagi KPK dengan dibangunnya gedung gres ini.

 jadinya bisa menikmati nyamannya gedungnya sendiri Jokowi Resmikan Gedung Baru KPK Berkonsep Super Keren

Jokowi mengingatkan bahwa semangat saja tidak cukup dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Jokowi juga menegaskan akan selalu memberi derma dan juga impian pada KPK. Jokowi juga mengingatkan bahwa semua warga negara berkepentingan untuk melawan korupsi.

Konsep Gedung Baru KPK

Gedung yang dibangun di lahan seluas 8,663 meter persegi ini mempunyai konsep secure, smart, and green. Konsep secure gedung gres KPK ini didesain dengan mengatur ruang secara vertikal yang memisahkan area publik dengan area kerja atau area terbatas. Selain itu gedung ini juga dilengkapi peralatan berupa jalan masuk kontrol dan kamera, serta pengamanan aktif petugas.

Sementara konsep smart diwujudkan dengan penggunaan sistem keamanan terintegrasi berupa konsep surveillance camera, access control, visitor management system guard tour. Selain itu, gedung ini juga dilengkapi dengan building otomation system yang bisa mengendalikan semua acara peralatan utama dan penunjang di dalam gedung.

Sedangkan konsep green diwujudkan dengan mengedepankan penghematan penggunaan energi.� Misalnya, penggunaan air hujan untuk keperluan toilet dan penyiraman tanaman, serta desain fasade gedung yang mempertimbangkan overall thermal transfer value(OTTV) tidak melebihi 45 watt/meter persegi. Sehingga penggunaan energi untuk pendingin relatif lebih rendah.

Usai memperlihatkan sambutan, Presiden menandatangan prasasti pelantikan gedung gres KPK dan melaksanakan peninjauan gedung. Tampak hadir pada program ini, Presiden Republik Indonesia ke-3 BJ Habibie dan Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, serta Wapres Republik Indonesia ke-9 Hamzah Haz.

Posted on

Tersengat Listrik, 2 Pegawai Transjakarta Tewas Mengenaskan

Dua pegawai Transjakarta ditemukan tewas tersengat listrik di halte bus milik Pemprov DKI. Kejadian mengenaskan tersebut diduga ketika kedua korban pulang kerja. Peristiwa itu terjadi di depan tangga penyeberangan bus TransJakarta, Jalan Mangga Dua Raya, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Jakarta dini hari tadi, pada pukul 02.00 WIB.

Dua pegawai Transjakarta ditemukan tewas tersengat listrik di halte bus milik Pemprov DKI Tersengat Listrik, 2 Pegawai Transjakarta Tewas Mengenaskan

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno menuturkan, kedua korban berjulukan Niko Adeli, warga Kramat Jati, Jakarta Timur dan Siti Nurhayati, warga Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keduanya ditemukan tewas pada dini hari tadi.

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno juga menambahkan, dari keterangan saksi, M Zaky (29) dan Yosa Laumeten (31), kedua korban diketahui gres pulang kerja dan bakal kembali ke kosannya di bilangan Mangga Besar, Jakarta Barat.

Saat kejadian, pelataran tangga depan halte memang digenangi air sebab cuaca ketika itu kebetulan memang sudah hujan. Lantaran diduga tidak tahu, keduanya menginjak genangan air dekat tiang listrik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Mohammad Iqbal sempat menjelaskan ketika tiba di bawah jembatan, keduanya seketika kejang-kejang akhir tersengat listrik. Baik Niko dan Siti, keduanya meninggal di tempat.

Reaksi Gubernur DKI Jakarta Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja atau yang dekat disapa Ahok tampak kebingungan ketika ditanya peristiwa nahas yang dialami dua karyawan Transjakarta tersebut. Dia sempat melihat ke arah asisten untuk mengetahui insiden itu.

Setelah menerima laporan dari saksi, pegawanegeri kemudian tiba ke lokasi untuk mengevakuasi kedua mayat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Kedua mayat tersebut selanjutnya menjalani proses visum dan dipulangkan kepada keluarga masing-masing. Saat ini, tiang listrik tersebut sudah dipasangi garis polisi.

Posted on

Disangka Teroris, Densus 88 Salah Tangkap 2 Warga Solo

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 4 orang di Solo pada Selasa 29 Desember 2015. Namun tak disangka, ternyata dua orang diantaranya menjadi korban salah tangkap sehingga mereka menuntut Densus melaksanakan rehabilitasi namanya.

 ternyata dua orang diantaranya menjadi korban salah tangkap sehingga mereka menuntut Dens Disangka Teroris, Densus 88 Salah Tangkap 2 Warga Solo

Dua orang itu ialah M Nur Syawaludin, warga Dawung Wetan, Serengan, Solo, dan Ayom Panggalih, warga Panularan, Serengan, Solo. Pembebasan korban salah tangkap itu dilakukan sehabis mereka tidak terbukti terlibat sebagai jaringan teroris.

Kronologi Salah Tangkap Densus 88

Saat proses penangkapan, kedua korban salah tangkap Densus 88 itu mendapat perlakukan yang kurang manusiawi oleh pihak Densus. Bahkan, mereka sempat ditodong pistol oleh pasukan antiteror tersebut. Nur Syawaludin bahkan pribadi diborgol dan dipaksa masuk ke kendaraan beroda empat Innova Densus.

Selama di dalam mobil, kepala Nur Syawal diminta menunduk dan dihentikan melihat jalan. Dengan wajah yang ditutupi kaus, ia juga ditanya soal temannya Ayom Panggalih yang lari ketika mengetahui ada penangkapan terhadap dirinya.

Setelah dibawa mobil, Nur diturunkan di markas Polsek Laweyan yang jaraknya tidak jauh dari lokasi penangkapan terhadap dirinya di depan Sekolah Menengan Atas Al Islam Jalan Honggowongso, Solo. Kemudian, datanglah personel Densus ke selnya.

Nur menyampaikan anggota Densus tersebut pribadi mengajukan pertanyaan apakah dirinya kenal dengan yang namanya Hamzah. Nur menyampaikan bahwa ia tidak kenal, Nur hanya kenal Hamzah gemuk dan berkacamata yang merupakan sobat kakaknya.

Hal sama juga diungkapkan oleh korban salah tangkap lainnya berjulukan Ayom Panggalih. Dia menceritakan penangkapan terhadap dirinya dilakukan ketika akan berangkat menuju masjid. Ayom mengaku mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dari petugas.

Saat diinterogasi di dalam mobil, petugas dari pihak Densus sempat menginjak belahan kepala Ayom. Hal itu dilakukan alasannya petugas tidak percaya bahwa dirinya tidak mengenal nama-nama teroris yang disebutkan.

Mereka berdua ditangkap oleh Densus 88 sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah sempat diinterogasi di Polsek Laweyan oleh pasukan Antiteror itu, lantas sekitar pukul 14.15 WIB kedua orang korban salah tangkap itu pribadi dilepaskan.

Pengacara dari The Islamic State and Acin Center (ISAC) Kurniawan menyayangkan penangkapan terhadap kedua orang tersebut. Sebab, mereka tidak melaksanakan kesalahan apa pun namun ditangkap dan disangka terlibat jaringan teroris.

Ke depan, pihaknya akan melayangkan surat tuntutan terkait perlakuan tidak manusiawi kepada kedua kliennya tersebut. Mengingat, keduanya sama sekali tidak bersalah namun diperlakukan secara kasar. Menurutnya, itu penculikan alasannya tidak disertai mekanisme surat penangkapan, surat pemanggilan dan izin lainnya.

Posted on

Korban Karam Di Pantai Kenoyojayan Kebumen Karenanya Ditemukan

Tim search and rescue (SAR) adonan menemukan jasad cowok asal Desa Tahunan, Kabupaten Jepara, yang menjadi korban karam di Pantai Kenoyojayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Korban atas nama Mafaqirul Huda dilaporkan karam di Pantai Kenoyojayan pada hari Rabu 30 Desember 2015 pukul 16.45 WIB.

 adonan menemukan jasad cowok asal Desa Tahunan Korban Tenggelam di Pantai Kenoyojayan Kebumen Akhirnya Ditemukan

Korban yang tercatat sebagai santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Kendal itu berada di Kebumen dalam rangka menghadiri resepsi janji nikah salah seorang rekannya di Desa Kaibon, Kecamatan Ambal.

Usai program resepsi, korban bersama empat rekannya menuju Pantai Kenoyojayan dengan memakai sepeda motor. Akan tetapi nahas, korban yang sedang mandi di pantai justru terseret gelombang tinggi sampai karenanya karam dan hilang.

Penemuan Korban Tenggelam di Pantai Kenoyojayan

Koordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono di Cilacap menyampaikan korban atas nama Mafaqirul Huda (21) ditemukan dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 WIB Sabtu (2/1/2015). Dengan ditemukannya korban Mafariqul Huda, kata dia, tim SAR adonan yang terlibat dalam operasi segera kembali ke pangkalan masing-masing.

Mulwahyono menjelaskan tim SAR pun segera mendatangi lokasi inovasi korban tenggelam yang berjarak sekitar 2 kilometer arah timur lokasi kejadian. Jasad korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kebumen untuk divisum. Mulwahyono juga menyatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing yang secara kebetulan melihat sesosok mayit tergeletak di pinggiran pantai Kaibon, Desa Kaibon, Kecamatan Ambal, Kebumen.

Selanjutnya, pemancing itu melaporkannya ke tim SAR adonan yang sedang melaksanakan operasi pencarian korban di sekitar lokasi kejadian, yaitu Pantai Kenoyojayan, Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal. Tim SAR adonan terdiri atas Basarnas Pos SAR Cilacap, PMI Kebumen, SAR Elang Perkasa, SAR Jepara, Polsek Ambal, Inafis Kebumen, BPBD Kebumen, dan keluarga korban.

Posted on

Semburan Seakan-Akan Lumpur Lapindo Hantui Sulawesi Utara

Semburan seolah-olah lumpur Lapindo di Sidoarjo tengah melanda Sulawesi Utara. Semburan lumpur panas yang awalnya ada di lokasi pengeboran PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, di kelurahan Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, sekarang terus meluas sampai ke Desa Leilem Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

Semburan seolah-olah lumpur Lapindo di Sidoarjo tengah melanda Sulawesi Utara Semburan Mirip Lumpur Lapindo Hantui Sulawesi Utara

Sesuai hasil penelitian, semburan lumpur panas tersebut tidak berbahaya atau tidak mengandung racun. Akan tetapi, Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono, yang meninjau lokasi tersebut, mengingatkan warga semoga tetap waspada dan jangan mendekati daerah semburan.

Kekhawatiran dan Kerugian Warga Desa Leilem

Semburan lumpur ini menciptakan khawatir warga. Sebab lokasi semburan lumpur panas itu bersahabat dengan sungai yang melewati desa Leilem. Akibatnya sungai dan sejumlah sumur air� higienis warga yang ada di desa Leilem II semenjak Minggu 3 Januari 2016 pagi, sudah berkembang menjadi kecokelatan.

Warga Leilem pun mulai merasa dirugikan sebab sungai yang biasa dipakai warga untuk mengairi perternakan babi, sekarang sudah tidak sanggup dipakai lagi. Perternak takut mengunakan air sungai itu, untuk membersihkan� kandang, apalagi sebagai air minum ternak babi.

Warga Desa Leilem berharap pihak terkait segera menuntaskan duduk kasus ini. Mereka juga meminta Pemkab Minahasa melihat pribadi kondisi daerah itu. Mereka juga meminta PGE segera mengatasi duduk kasus semburan lumpur ini dan melaksanakan penelitian terhadap sungai serta sumur warga di Desa Leilem sebab khawatir terkotori zat berbahaya.

Sekretaris Kota Tomohon Arnold Poli pada Senin (4/1), mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk memantau duduk kasus ini, dan memantau acara masyarakat semoga tidak samoai mendekati titik-titik semburan lumpur. Sedikitnya ada 5 titik semburan lumpur panas dan api yang terjadi di cluster 24 PGE Lahendong.

Posted on

Misteri Hilangnya Dr.Rica Di Jogja

Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2006 Rica Tri Handayani sekarang tengah dicari Polda DIY. Dokter asal Lampung itu hilang kontak semenjak Rabu, 30 Desember 2015 lalu. Tanggal 31 Desember 2015, Aditya Akbar Wicaksono melaporkan kepada Polda DIY bahwa istrinya, Rica Tri Handayani bersama anaknya Zafran.

 Rica Tri Handayani sekarang tengah dicari Polda DIY Misteri Hilangnya dr.Rica di Jogja

Kronologi Hilangnya dr.Rica

Rica akan menemui suaminya berjulukan Aditya Akbar Wicaksono di Jogja, namun semenjak dijemput sepupunya Rica tak diketahui keberadaanya sampai Minggu (3/1/2016). Ia sempat berpamitan kepada suaminya, Aditya Akbar Wicaksono, sebelum kesannya tidak dapat dihubungi.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY Komisaris Besar Hudit Wahyudi, Rica sempat berpamitan dengan kedua orangtua, kakak, adik dan suaminya. Rica, tiba mengunjungi suaminya yang sedang kuliah mengambil spesialisasi dokter bedah di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 12 Desember 2015.

Pada 29 Desember 2015, Rica dan Aditya berangkat ke Maguwoharjo, Sleman, untuk mengunjungi sepupu Adit dan tinggal di daerah tersebut. Namun, ketika 30 Desember 2015, Aditya yang sedang berada di RS Sardjito dihubungi kerabatnya bahwa istri dan anaknya telah meninggalkan rumah.

Informasi yang dihimpun Polda, sebelum menghilang Rica meninggalkan pesan. Hudit menyampaikan sebelum menghilang, dokter manis itu sempat meninggalkan pesan dalam secarik kertas sebagai bentuk pamitan kepada suaminya.

Rica juga menitipkan surat pada Aditya yang berisi permohonan maaf sebab tidak dapat bertemu langsung. Rica juga memberikan telah banyak peristiwa sebab sifat umat Islam yang tidak lagi sesuai akidah. Hudit Wahyudi juga menyebutkan telah membentuk 2 tim untuk mencari Rica.

Hudit menduga, wanita asal Lampung itu sudah merencanakan kepergian ini jauh-jauh hari. Hal itu terlihat dari isi surat yang cukup panjang. Dalam surat itu juga disertai dengan rincian keuangan. Namun, Rica menyatakan kepergiannya tidak terkait ISIS.

Posted on

Wartawan Pemukul Polisi Diamuk Warga Sampai Memar

Seorang ?wartawan yang berjulukan Hizbul Ridho (27 tahun) ditangkap pegawanegeri Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat karena diduga melaksanakan pemukulan terhadap polisi kemudian lintas Brigadir Sulikan di sekitar perlintasan kereta api Jalan Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin malam 4 Januari 2016.

 ditangkap pegawanegeri Polsek Metro Tanah Abang Wartawan Pemukul Polisi Diamuk Warga Hingga Memar

Kronologi Tindak Pemukulan

Hizbul Ridho nekat memukuli seorang anggota kepolisian alasannya ialah ditegur ketika melanggar rambu kemudian lintas di perlintasan kereta api di depan Polsub Sektor Palmerah, Jakarta Pusat. Bukannya mengaku� salah, namun Hisbul malah memaki dan memukuli seorang anggota polisi berjulukan Sulikan.

Namun sehabis memukuli, sejumlah orang yang melihat menyerupai anggota kepolisian, dan dua orang anggota PJKA segera melaksanakan penangkapan. Hingga kini, Hisbul masih dalam tahanan di Polsek Tanah Abang. Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Jefri Siagian membantah bila jajarannya juga melaksanakan pemukulan dan penyiksaan kepada HR ketika diperiksa.

Menurut dia, ?pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur. Terkait adanya luka memar di wajah HR, Jefri berdalih bila itu akhir amukan sejumlah warga yang kesal dengan tindakan pemukulan pada polisi tersebut. ?Pihaknya pun meratapi tindakan main hakim sendiri itu.

Sosok Wartawan Pemukul Polisi

Wakil Pemimpin Redaksi Jitunews.com Vicky Anggriawan pertanda selama Hizbul Ridho bekerja di media online tersebut, beliau tidak pernah mempunyai duduk perkara apapun. Sebab sosoknya terkesan biasa saja, alasannya ialah dengan karyawan lainnya akrab juga.

Vicky mengetahui bila salah satu karyawannya mempunyai penyakit (kejiwaan) dari beberapa temannya. Meskipun Hisbul tidak pernah menceritakan perihal apapun terkait penyakit yang dialaminya. Seperti halnya kantor lain, sejumlah tes dilakukan untuk merekrut pekerja. Dari langkah interview, cek berkas, psikotes, menanyakan penyakit dan sebagainya.

Saat Hizbul ditangkap alasannya ialah memukuli salah satu anggota kepolisian Vicky belum mengetahui akan hingga mana. Setelah insiden pemukulan tersebut, Vicky belum sanggup menjelaskan apakah pelaku akan sanggup bekerja kembali atau tidak.

Posted on