“Graha Tama Pustaka” Perpustakaan Tempat Termegah Di Yogyakarta Ini Segera Diresmikan

Perpustakaan termegah milik Pemda spesial Yogyakarta (DIY) akan diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (21/12). Perpustakaan yang dinilai sebagai perpustakaan tempat termegah di Indonesia itu diberi nama �Graha Tama Pustaka.�

Nama Graha Tama Pustaka mengandung arti tempat menyimpan swaka. Karena di Perpustakaan ini terdapat banyak sekali koleksi buku yang masih gres sampai buku langka yang sudah dicetak lagi, baik dalam bentuk buku maupun digital.

Perpustakaan termegah milik Pemda spesial Yogyakarta  “Graha Tama Pustaka” Perpustakaan Daerah Termegah di Yogyakarta Ini Segera Diresmikan

Koleksi Graha Tama Pustaka

Jumlah koleksi dalam bentuk buku sekitar 400 ribu buku dan koleksi versi digital ada 350 ribu. Namun, versi digital belum sanggup didownload semua alasannya yaitu sedang dalam proses pembuatan sim digital. Perpustakaan tersebut berdiri di atas tanahseluas 2,4 hektar dengan anggaran keseluruhan sekitar Rp 70 miliar.

Perpustakaan ini dilengkapi dengan ruang bercerita anak-anak, bioskop, ruang teater, dan ruang audio visual. Di samping itu, Graha Tama Pustaka dilengkapi akomodasi berjualan makanan. Apabila dilihat dari akomodasi yang dibangun, perpustakaan ini termegah dibandingkan perpustakaan yang ada di provinsi lain dan koleksinya juga terlengkap.

Pihak graha Tama Pustaka akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan semoga para pelajar sanggup memakai akomodasi yang ada di perpustakaan secara gratis, untuk menyaksikan film yang menjadi arsip dan koleksi BPAD DIY.

Di samping pelajar, masyarakat umum juga sanggup memakai akomodasi perpustakaan� daerah, contohnya menyaksikan film dokumenter, dan film ihwal pendidikan.

Sepekan sebelum Graha Tama Pustaka diresmikan, pengurus akan menyelenggarakan banyak sekali kegiatan untuk masyarakat umum, ibarat seminar, lomba bercerita, karnaval pustaka, menampilkan wayang kulit dan Kyai Kanjeng.

Setelah diresmikan, perpustakaan akan ditutup sementara untuk dilakukan pembenahan. Aktifitas Graha Tama Pena akan dimulai pada Januari 2016 dengan aktivitas buka pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB. Pengunjung perpustakaan ini akan dilayani oleh sebanyak 30 tenaga kontrak.

Posted on

Sltpn3 Gedangsari Mendapatkan Santunan Siswa Miskin (Bsm)

Program BSM yaitu Program Nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin berpartisipasi untuk bersekolah dengan membantu siswa miskin memperoleh susukan pelayanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, menarik siswa miskin untuk kembali bersekolah, membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran, mendukung kegiatan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (bahkan sampai tingkat menengah atas), serta membantu kelancaran kegiatan sekolah.

Program BSM yaitu Program Nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa misk SLTPN3 Gedangsari Menerima Bantuan Siswa  Miskin (BSM)Melalui Program BSM ini diperlukan anak usia sekolah dari rumah-tangga/keluarga miskin sanggup terus bersekolah, tidak putus sekolah, dan di kala depan diperlukan mereka sanggup memutus rantai kemiskinan yang ketika ini dialami orangtuanya. Program BSM juga mendukung komitmen pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Kabupaten/Kota miskin dan terpencil serta pada kelompok marjinal.

Program ini bersifat sumbangan pribadi kepada siswa dan bukan beasiswa, sebab menurut kondisi ekonomi siswa dan bukan menurut prestasi (beasiswa) mempertimbangkan kondisi siswa, sedangkan beasiswa diberikan dengan mempertimbangkan prestasi siswa.

Penerima Dana BSM

Penerima dana BSM yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu siswa miskin dan rentan pada SD (SD), SMP (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta yang telah memenuhi kriteria sesuai pedoman/petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penerima dana Beasiswa Bakat dan Prestasi yaitu siswa yang mempunyai prestasi di bidang akademik/non-akademik pada SD, SMP, Sekolah Menengan Atas atau Sekolah Menengah kejuruan yang telah memenuhi kriteria sesuai pedoman/petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hari ini Para Siswa SLTPN3 Gedangsari telah mendapatkan sumbangan BSM Sebanyak 750.000. Para siswa mengambil secara pribadi uang sumbangan BSM ke Bank BRI cabang Nglipar. Dalam pengambilan sumbangan ini para sisiwa harus tiba sendiri untuk mengambil sumbangan BSM dihentikan di wakilkan kepada siapapun termasuk orang tuanya sendiri.

Posted on

Siswa Smk N1 Gedangsari Mengadakan Hiking Ke Gunung Api Burba Nglangeran

Setelah ujian sekolah selesai, biasanya para siswa di sekolah mengadakan acara class meeting. Class meeting merupakan agenda OSIS yang biasanya dilakukan sesudah ujian diselenggarakan. Hal ini dimaksudkan untuk mengisi acara sesudah acara berguru mengajar selesai, selain itu juga mempertemukan masing-masing kelas untuk berkompetisi dalam aneka macam lomba. Kegitan-kegiatan yang disajikan lebih banyak olah fisik menyerupai footsal, basketball,hiking, dan lain sebagainya.

 biasanya para siswa di sekolah mengadakan acara class meeting Siswa Sekolah Menengah kejuruan N1 Gedangsari Mengadakan Hiking Ke Gunung Api Burba Nglangeran

Hiking yaitu suatu perjalanan pendakian sebuah gunung yang tidak bersalju. Kegiatan Hiking ini biasanya banyak disukai oleh anak muda alasannya yaitu hiking merupakan suatu acara yang banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi.

Hiking ke Gunung Api Purba Nglanggeran Patuk

Siswa Sekolah Menengah kejuruan N1 Gedangsari untuk mengisi waktu sesudah final ujian sekolah menentukan untuk mengadakan acara hiking ke Gunung Api Purba Nglangeran Patuk, Gunungkidul. Jika dilihat dari jarak, gunung api purba Nglanggeran tidak terlalu jauh dengan Sekolah Menengah kejuruan N1 Gedangsari, Gunung Api Purba terletak diperbatasan antara Kecamatan Gedangsari dengan ke Camatan Patuk.

Para siswa Sekolah Menengah kejuruan N1 Gedangsari berangkat hiking pada pagi hari dengan cara berkelompok setiap kelompok mempunyai ciri atau nama masing-masing. Namun sebelum berangkat Hiking para siswa terlebih dahulu berkumpul di halaman sekolah Sekolah Menengah kejuruan N1 Gedangsari.

 biasanya para siswa di sekolah mengadakan acara class meeting Siswa Sekolah Menengah kejuruan N1 Gedangsari Mengadakan Hiking Ke Gunung Api Burba Nglangeran

Setiap kelompok membawa begal yang nantinya akan di gunakan pada dikala perjalanan atau dikala pendakian di� Gunung Api Purba Nglanggeran. Jarak antara Sekolah Menengah kejuruan N1 Gedangsari ke Gunung Api Purba Nglanggeran kurang lebih tiga jam perjalanan kaki.

Di Nglanggeran ini terdapat beberapa pos-pos peristirahatan, kalau gak salah ada 5 pos. Untuk mencapai pos pertama butuh waktu cukup usang dibandingkan dengan pos-pos berikutnya. Tapi pos pertama ini paling keren dan paling mempesona dibandingkan pos yang lainnya.

Nah sebelum mencapai pos pertama, ada sebuah lorong yang sangat menarik, namanya “lorong sumpitan”. Di lorong ini dihimpit oleh 2 kerikil yang sangat besar dan hanya sanggup dilewati oleh 1 orang saja, dan di atas 2 himpitan kerikil ini, ada 1 kerikil yang cukup besar juga menutupi atasnya.

Posted on

Sri Sultan Hamengku Buwono X Dukung Gedangsari Sebagai Pusat Batik Gunungkidul

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dukungannya pada rencana Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengakibatkan Kecamatan Gedangsari sebagai pusat batik Gunungkidul. Karena Kecamatan Gedangsari sudah mempunyai sebuah karya batik ialah batik walang.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dukungannya pada rencana Pemerintah K Sri Sultan Hamengku Buwono X Dukung Gedangsari sebagai Sentra Batik Gunungkidul

�Berbagai kajian akademis dan penelitian empiris telah menandakan keabsahan tesis bahwa pendidikan memperlihatkan bantuan signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Pendidikan bukan saja melahirkan SDM berkualitas, tetapi juga menumbuhkan iklim yang sehat dan aman bagi pertumbuhan ekonomi,� ujar Gubernur DIY dikala bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Rasyid Baswedan, meresmikan Gedung Sekolah Menengah kejuruan Negeri 2 Gedangsari Jurusan Tata Busana Butik Batik di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul.

Investasi Di Bidang Pendidikan

SMK Negeri 2 Gedangsari Jurusan Tata Busana Butik Batik memperoleh dukungan dari PT. Astra Internasional Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra. Sekolah Menengah kejuruan Negri 2 Gedangsar merupakan sekolah satu satunya yang berada di gedangsari yang mempunyai jurusan butik batik.

�Investasi di bidang pendidikan tidak saja berfaedah bagi perseorangan, tetapi juga komunitas bisnis dan masyarakat khususnya dimasarakat tegal rejo. Gubernur DIY mengucapkan banyak terima kasih kepad PT Astra Internasional Tbk yang telah memberi dukungan berupa sekolahan butik.

Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan, masih ada kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha, sehingga perlu didekatkan antara lain dengan model pengembangan pendidikan Sekolah Menengah kejuruan yang diselaraskan dengan kondisi kawasan setempat.

�Pengembangannya akan berbeda contohnya di Kalimantan Timur pengembangan anyaman, Bogor pertanian. Jadi, diubahsuaikan potensi daerah-daerah. Kualifikasi guru juga harus ditingkatkan, sasaran kualifikasi kini ini 7, tetapi kenyataannya gres mencapai 4,6,� jelas Anies.

Penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita dilakukan Anies Baswedan, didampingi Gubernur DIY, Bupati Gunungkidul Badingah, Direktur Astra Tbk Djoko Pranoto, dan perwakilan yayasan Astra Michael D. Ruslim Trisni Puspaningtyas.

Posted on

Sltpn3 Gedangsari Menawarkan Motivasi Kelas Sembilan Bersama Wali Murid Untuk Menghadapi Ujian Selesai Nasional

Mendengar kata Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas IX merupakan hal yang penuh dengan persaingan dan perjuangan. Bahkan, sebagian siswa menganggap Ujian Nasional ialah hal yang menakutkan. Namun, Ujian Nasional harus dilalui para penerima didik kelas IX sebagai penentu kelulusan jenjang SLTP.

 bagi siswa kelas IX merupakan hal yang penuh dengan persaingan dan usaha SLTPN3 Gedangsari Memberikan Motivasi Kelas Sembilan Bersama Wali Murid Untuk Menghadapi Ujian Akhir Nasional

Dalam kenyataannya banyak siswa merasa tidak percaya diri sanggup meraih hasil ujian nasional yang tinggi. Bahkan sebagian siswa merasa tidak bisa bersaing dengan temannya. Tentu saja dilema tersebut harus dipatahkan supaya semua siswa sanggup meraih hasil ujian nasional yang maksimal. Saat ini, para siswa tidak hanya dituntut untuk lulus ujian nasional, tetapi untuk mendapat hasil yang tinggi. Hasil ujian nasional yang tinggi sangat dibutuhkan untuk menghadapi sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

�Motivasi Ujian Nasional

Dalam menghadapi Ujian Nasional SLTPN3 Gedangsari mengumpulkan wali murid beserta murid di aula SLTPN3 Gedangsari dalam rangka menawarkan motivasi murid kelas 9 dan memotivasi wali murid supaya memotivasi anaknya supaya bisa terus berguru untuk menghadapi ujian.

Acar ini berlangsung di aula SLTPN3 Gedangsari dengan lesehan dimulai kurang lebih pukul delapan. jumlah penerima yang hadir pada program ini dua ratus sembilan puluh orang yaitu dari murid dan wali murid kelas sembilan. Dalam program tunjangan motivasi ini di isi oleh bapak ibu guru SLTP3 Gedangsari. Acara selesai kurang lebih pada pukul satu siang. Sebelum program selesai wali murid dipulangkan terlebih dahulu.

Acara ini ialah sebuah terobosan yang sangat anggun dari kepala sekolah SLTP3 Gedangsari, untuk menyukseskan ujian nasional yang akan datang. Langkah ini merupakan sebuah langkah untuk menjalin komunikasi dan kerjasama antara sekolah, murid dan walimurid.Dengan terbentuknya kerjasama yang anggun antara sekolahan, murid dan wali murid maka akan tercipta berguru yang sukses.

Posted on