Sapi Seorang Warga Di Gedangsari Mati Gara Gara Makan Plastik

Sapi salah seorang warga di dusun jetis, desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari mati seketika sesudah makan pempes yang di buat dari plastik. Kejadian ini terjadi pada pukul 12.30. di dikala pemiliksedang istirahat di rumah. namun tidak mengetahuinya. tahu tahu sapi sudah di temukan dalam keadaan tak bernyawa lagi.

Sapi yang mati ini semenjak kecil sudah di tinggal mati oleh induknya alasannya ialah sakit sehigga sapi ini harus di beri susu pemberian oleh pemiliknya. sapi yang mati ini sudah di tawar 4 juta namun pemilik tidak menjualnya.

 Kecamatan Gedangsari mati seketika sesudah makan pempes yang di buat dari plastik Sapi Seorang Warga Di Gedangsari Mati Gara Gara Makan PlastikDi jelaskan oleh bapak sagino pemilik sapi, bahawa ketika diriya pulang kerja tengah hari sapi masih ibarat biasa berbunyi ketika pemilik sapi pulang kerumah. namun sesaat sesudah sapi berbunyi sapi di temukan dalam keadaan sudah mati,� pemilik sapi galau ihwal penyebab kematain sapinya.

Setelah memberi tahu para tetangga ihwal kamatian sapinya, para tetanggapun pada berdatangan dan menilik sapi yang mati yang tidak tahu penyebabnya itu. pada alhasil salah satu tetangga menemukan tanda tanda penyebab janjkematian sapi itu,� yaitu di temukan sebuah pempes yang terbuat dari palstik yang masih berada di lisan sapi itu. sehingga sanggup di simpulkan bahwa sapi mati alasannya ialah makan plastik shingga menyumbat terusan pernapasan sehingga mati.

 

Posted on

Anggota Kegiatan Keluarga Impian Desa Hargomulyo Menerima Proteksi Berupa Kambing

PKH ialah kegiatan proteksi sosial melalui pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM), selama keluarga tersebut memenuhi kewajibannya dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

PKH diarahkan untuk membantu kelompok sangat miskin dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan, selain menawarkan kemampuan kepada keluarga untuk meningkatkan pengeluaran konsumsi. PKH diperlukan sanggup mengubah sikap Keluarga Sangat Miskin untuk memeriksakan ibu hamil / Nifas / Balita ke akomodasi kesehatan, dan mengirimkan anak ke sekolah dan akomodasi pendidikan. Dalam jangka panjang, PKH diperlukan sanggup memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.

PKH ialah kegiatan proteksi sosial melalui pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Anggota Program Keluarga Harapan Desa Hargomulyo Mendapat Bantuan Berupa Kambing

PKH Diikutsertakan Pada Program Bantuan Sosial

PKH Mendapat pinjaman tunai sesuai persyaratan, mendapat pelayanan kesehatan di penyedia pelayanan kesehatan (Puskesmas, Posyandu, Polindes, dsb). mendapat pelayanan pendidikan bagi anak usia wajib berguru pendidikan dasar 9 tahun dan anak usia 15-18 tahun yang belum menuntaskan pendidikan dasar, melalui kegiatan pendidikan formal, informal maupun non formal. Peserta PKH diikutsertakan pada Program pinjaman sosial lainnya (Jamkesmas, BSM, Raskin, Kube, BLSM)

Di desa Hargomulyo, kecamatan Gedangsari penerima PKH mendapat pinjaman kambing satu ekor untuk setiap keluarga yang yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Menurut para penerima yang terdaftar dalam PKH bahwa pinjaman setiap penerima sebanyak 2juta Rupiah.

Uang pinjaman penerima PKH di pergunakan untuk membeli satu buah kambing seharga satu juta empat ratus ribu. Sisa uang sesudah di belikan kambing di gunakan untuk membeli perlengkapan kebutuhan kambing yang akan di pelihara menyerupai polar, sabit, tenggok, bejana dll.

Kambing pinjaman bertujuan untuk diambil keuntungannya. jadi sesudah kambing di pelihara selama enam bulan maka kambing harus di jual dan dibelikan lagi yang sesuai dengan modal awal, untungnya di ambil oleh anggota PKH.

Posted on