Seorang ?wartawan yang berjulukan Hizbul Ridho (27 tahun) ditangkap pegawanegeri Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat karena diduga melaksanakan pemukulan terhadap polisi kemudian lintas Brigadir Sulikan di sekitar perlintasan kereta api Jalan Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin malam 4 Januari 2016.

 ditangkap pegawanegeri Polsek Metro Tanah Abang Wartawan Pemukul Polisi Diamuk Warga Hingga Memar

Kronologi Tindak Pemukulan

Hizbul Ridho nekat memukuli seorang anggota kepolisian alasannya ialah ditegur ketika melanggar rambu kemudian lintas di perlintasan kereta api di depan Polsub Sektor Palmerah, Jakarta Pusat. Bukannya mengaku´┐Ż salah, namun Hisbul malah memaki dan memukuli seorang anggota polisi berjulukan Sulikan.

Namun sehabis memukuli, sejumlah orang yang melihat menyerupai anggota kepolisian, dan dua orang anggota PJKA segera melaksanakan penangkapan. Hingga kini, Hisbul masih dalam tahanan di Polsek Tanah Abang. Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Jefri Siagian membantah bila jajarannya juga melaksanakan pemukulan dan penyiksaan kepada HR ketika diperiksa.

Menurut dia, ?pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur. Terkait adanya luka memar di wajah HR, Jefri berdalih bila itu akhir amukan sejumlah warga yang kesal dengan tindakan pemukulan pada polisi tersebut. ?Pihaknya pun meratapi tindakan main hakim sendiri itu.

Sosok Wartawan Pemukul Polisi

Wakil Pemimpin Redaksi Jitunews.com Vicky Anggriawan pertanda selama Hizbul Ridho bekerja di media online tersebut, beliau tidak pernah mempunyai duduk perkara apapun. Sebab sosoknya terkesan biasa saja, alasannya ialah dengan karyawan lainnya akrab juga.

Vicky mengetahui bila salah satu karyawannya mempunyai penyakit (kejiwaan) dari beberapa temannya. Meskipun Hisbul tidak pernah menceritakan perihal apapun terkait penyakit yang dialaminya. Seperti halnya kantor lain, sejumlah tes dilakukan untuk merekrut pekerja. Dari langkah interview, cek berkas, psikotes, menanyakan penyakit dan sebagainya.

Saat Hizbul ditangkap alasannya ialah memukuli salah satu anggota kepolisian Vicky belum mengetahui akan hingga mana. Setelah insiden pemukulan tersebut, Vicky belum sanggup menjelaskan apakah pelaku akan sanggup bekerja kembali atau tidak.